BNPB baru saja meresmikan auditorium dengan nama Ruang Serba Guna Dr. Sutopo Purwo Nugroho. Ruang tersebut untuk mengenang jasa almarhum selama hidupnya.
- Wahyu
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 12:07 WIB
WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja meresmikan auditorium yang diberi nama Ruang Serba Guna Dr. Sutopo Purwo Nugroho pada Kamis (1/8). Peresmian ruangan tersebut ditujukan untuk dedikasi Sutopo selama menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB hingga akhir hayatnya.
Peresmian ruangan tersebut dilakukan di Graha BNPN, Jalan Pramuka, Jakarta Timur yang dipimpin oleh Kepala BNPB Doni Manardo. Terlihat istri dan kedua anak dari mendiang Sutopo juga turut hadir dalam acara peresmian tersebut.
Keluarga almarhun Sutopo didaulat untuk membuka tirai yang awalnya menutup nama ruang serba guna tersebut sebagai simbol peresmian."Dengan ini, ruangan Dr. Sutopo Purwo Nugroho resmi dibuka," kata Doni, saat meresmikan ruang serbaguna itu, di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (1/8).
Sejumlah tamu yang hadir dalam acara peresmian tersebut menyambutnya dengan tepuk tangan sesaat setelah Kepala BNPB dan istri dari almarhum membuka tirai. Rencananya ruangan dengan ukuran sekitar 10 x 20 meter tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan berkenaan dengan lembaga BNPB.
Selain namanya diabadikan sebagai nama ruangan, mendiang Sutopo juga mendapatkan penghargaan Pengabdian Insan Kemanusiaan Dharma Widya Argya. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa almarhum adalah individu yang berjasa dalam penanggulangan bencana.
Menurut salah satu pegawai BNPB, Sutopo merupakan salah satu pahlawan kemanusiaan yang membesarkan nama BNPB. "Pak Topo selalu cepat untuk menginformasikan kepada media massa dan melawan hoaks terkait kebencanaan melalui media sosial. Dedikasinya bahkan tekah dikenal ke mancanegara," kata salah satu pegawai yang turut hadir dalam peresmian aula ini.
Seperti yang diketahui, Sutopo Purwo Nugroho tutup usia di Guangzhou, China, Minggu (7/7) dini hari, pada pukul 02.00 waktu setempat. Ia meninggal setelah 2 tahun berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.
Di tengah perjuangannya melawan kanker, Sutopo masih terus menjalankan tugasnya mengawal kejadian bencana di Indonesia. Semangatnya inilah yang membuat media asing ikut menuliskan kisah Sutopo saat meng-update informasi bencana.
(wk/wahy)