Selama 20 tahun terakhir, BNPB mencatat ada sekitar 160 ribu orang yang menjadi korban bencana, dimana jumlah ini lebih besar daripada jumlah korban perang.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 02 Agustus 2019 - 14:11 WIB
WowKeren - Letak geografis Indonesia yang terletak di pertemuan antara tiga lempeng tektonik serta dikelilingi oleh cincin api Pasifik membuat negara ini rawan dilanda bencana alam. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa selama 20 tahun terakhir ini Indonesia menduduki peringkat kedua dunia dalam hal korban bencana terbanyak.
"Data yang berhasil dikumpulkan oleh BNPB selama 20 tahun terakhir," kata Doni di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (1/8). "Ternyata Indonesia menduduki peringkat nomor dua korban bencana, di dunia, pertama adalah Haiti."
BNPB mencatat bahwa selama 20 tahun terakhir, korban bencana di Indonesia jumlahnya mencapai 160 ribu. Yang mana menurut Doni, jumlah ini lebih besar dibanding korban karena perang di sejumlah negara. "Korban bencana itu lebih besar dibandingkan daripada korban karena sebuah peperangan di beberapa negara," jelas Doni.
Ia menuturkan bahwa jumlah korban banyak berasal dari bencana alam yang terjadi saat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi tengah, dan juga Halmahera Selatan. Pada umumnya, korban-korban tersebut ditemukan di reruntuhan bangunan seperti rumah dan fasilitas umum yang tidak tahan gempa.
Di Sulteng misalkan, dimana terdapat 110 ribu unit rumah yang rusak. Sedangkan di Halmahera Selatan ada lebih dari seribu rumah yang rata dengan tanah. Inilah alasan mengapa banyak sekali korban berjatuhan.
"Jadi ini pun yang menimbulkan korban jiwa itu adalah bukan gempanya, tetapi bangunan yang menimpa masyarakat kita," tutur Doni. "Kita liat data terakhir bencana maka sebagian besar korban ini karena bangunan yang tidak tahan gempa, masyarakat banyak yang tertimpa."
Seperti diketahui, kondisi Indonesia yang berada jalur pertemuan tiga lempeng tektonik yakni Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik membuat sebagian wilayah Indonesia rawan mengalami gempa dan tsunami. Begitu pula dengan fakta bahwa Indonesia yang dikelilingi oleh Cincin Api pasifik, dimana banyak sekali gunung berapi aktif di negara ini yang siap memuntahkan lahar sewaktu-waktu.
(wk/zodi)