Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi membeberkan kriteria untuk calon menterinya. Menanggapi hal itu PKB berkomentar jika si menteri haruslah lebih 'gila' dari presidennya.
- Wahyu
- Jumat, 02 Agustus 2019 - 15:48 WIB
WowKeren - Presiden terpilih Joko Widodo telah membeberkan kriteria-kriteria yang tepat untuk calon menterinya. Salah satunya adalah berani dalam bertindak termasuk inovatif dalam membuat program-program baru.
Mendengar hal tersebut, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding berkomentar jika Presiden Jokowi sangat menginginkan menteri yang pekerja keras sama seperti dirinya. Hal tersebut diharapkan bisa mengimbangi sistem cara kerja Presiden di pemerintahan selama 5 tahun mendatang.
”Menteri yang diinginkan Presiden adalah yang memiliki kemampuan di dalam mengeksekusi kegiatan-kegiatan yang ada dengan lebih cepat, dan bekerja lebih keras. Karena Pak Jokowi itu tipologi pekerja,” ujar Karding saat ditemui hari Jumat (2/8).
Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menambahkan jika menteri yang kerjanya santai akan sangat tidak cocok untuk membantu menyelesaikan urusan Presiden. Ia juga menyebutkan jika menteri yang nantinya dipilih haruslah lebih "gila" dari Presidennya.
“Jadi, tentu menterinya juga harus lebih lebih ‘gila’ lagi daripada presidennya. Enggak boleh presidennya kerja keras, menterinya santai-santai,” katanya.
Anggota Komisi III DPR ini juga menyebutkan jika Presiden Jokowi tidak akan memilih menterinya berdasarkan latar belakang profesional ataupun partai politik yang menaunginya. Sebab pembantu-pembantu yang nantinya terpilih, akan bekerja secara profesional sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing-masing.“Jadi, semua profesional. Soal sumbernya dari partai atau dari masyarakat nonpartai bisa dari perguruan tinggi, kalangan pengusaha, aktivis,” ungkapnya.
Sedangkan untuk menteri Ekonomi, Karding menilai jika wajar orang yang dipilih haruslah dari non partai karena dapat dicurigai untuk mengambil keuntungan untuk partai pribadi. Namun semua keputusan tersebut dikembalikan lagi kepada Presiden yang memiliki hak untuk memilih siapa saja yang akan menjadi menterinya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo disebut-sebut telah mengantongi sejumlah nama dalam pemilihan Kabinet Menteri Jilid II periode 2019-2024. Sejumlah nama-nama lama hingga yang baru masuk dalam bursa menteri Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II. Seperti Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY hingga Sandiaga Uno. Namun hingga saat ini ia masih belum memutuskan nama-nama siapa saja yang akan masuk dalam kabinet jilid II tersebut.
(wk/wahy)