Menjelang perayaan HUT RI, jalur pendakian pada umumnya semakin ramai karena para pendaki kerap memanfaatkan momen tersebut untuk menggelar acara kegiatan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 09 Agustus 2019 - 17:02 WIB
WowKeren - Satu per satu gunung di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas mereka secara bergantian. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan agar para pendaki lebih berhati-hati.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan bahwa sejumlah gunung yang menjadi jalur favorit pendakian saat ini berada dalam status di atas normal. PVMBG mencatat ada 22 gunung berapi di Indonesia yang statusnya berada di atas normal. Adapun 18 di antaranya berada di status Level II atau Waspada termasuk Tangkuban Parahu, Merapi, Rinjani, Kerinci, dan Bromo.
Sementara itu, empat sisanya sudah berada di Level III Siaga yakni Sinabung, Soputan, Karangetan, dan Agung. Untuk itu, Kasbani mengimbau agar para pendaki lebih berhati-hati dan selalu mengikuti arahan dari PVMBG.
"Ada 22 gunung di atas normal," kata Kasbani di Kantor PVMBG Bandung, Jumat (9/8). "18 statusnya waspada dan 4 status siaga. Semua gunung itu memiliki radius jarak aman. Bagi yang akan naik gunung agar waspada dan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG."
Meski statusnya Waspada ataupun Siaga, namun gunung-gunung tersebut masih memiliki jarak aman. Radius aman ini berbeda untuk setiap gunung. Seperti Gunung Merapi radius aman seluas 3 KM dari puncak, Semeru 1 KM dan 4 KM di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif, Bromo 1 KM, Slamet 2 KM dan Tangkuban Perahu 1,5 KM. Sementara untuk gunung yang berada di level III Siaga pada umumnya memiliki jarak radius yang lebih jauh. Gunung Agung misalnya dengan radius 4 KM.
Meski demikian, status gunung api yang masih berada di level Normal bukan berarti sepenuhnya aman dari bencana. Potensi bahaya masih tetap ada misalnya adalah gas beracun yang ada di Kawah Ijen.
"Demikian juga gunung normal (harus tetap hati-hati). Gunung Ijen misalnya, jangan tidur sekitar kawah karena ada potensi gas yang lepas. Apalagi malam hari suka ada pengendapan. Lebih baik menjauh sekitar kawah," jelas Agus. "Kami imbau para pendaki untuk merayakan 17 Agustus hindari daerah yang direkomendasikan bahaya. Karena bisa terjadi lontaran erupsi dan gas beracun."
(wk/zodi)