Dampak buruk asap karhutla di Kalteng turut dirasakan oleh warga Pontianak, Kalbar. Bahkan jarak pandang di kota tersebut hanya berkisar 150-200 meter akibat kondisi asap yang terlalu pekat.
- Elvariza Opita
- Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:42 WIB
WowKeren - Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih belum mendapat solusi yang memadai. Informasi terakhir menyebut sebanyak 2500 hektare lahan di Kalteng terbakar sepanjang tahun 2019, dengan 975 hektare di antaranya adalah lahan Palangkaraya.
Situasi tersebut tentu berdampak ke daerah-daerah sekitar, salah satunya Pontianak, Kalimantan Barat. Dikabarkan kabut asap di daerah tersebut semakin pekat dan mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat. Bahkan jarak pandang di Pontianak tinggal 150 hingga 200 meter akibat gempuran asap tebal karhutla.
"Subuh ini udara makin tebal," kata Tomi, warga Parit Mayor, Pontianak, Selasa (13/8). "Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh dari rumah sangat terasa bau asap yang dihirup."
"Tentu hal ini mengganggu aktivitas warga ke luar rumah. Saya khawatir dampak kesehatan bagi saya dan keluarga," imbuhnya, dikutip dari laman Merdeka. "Saya dengar-dengar sudah ada beberapa teman yang radang tenggorokan dan lainnya akibat kabut asap."
Menurutnya, sudah beberapa pekan ini Kalimantan tak diguyur hujan. Alhasil kondisi kemarau yang begitu gersang membuat lahan gambut di Kalimantan mudah terbakar.
Oleh karena itu, ia berharap agar secepatnya hujan turun agar kabut hilang. Selain itu, Tomi juga mengharapkan agar tak ada lagi pembakaran lahan dan hutan.
"Saya setengah trauma dengan kabut asap seperti beberapa tahun lalu yang sangat pekat atau parah lagi dengan kondisi seperti ini," tuturnya. "Saya tidak ingin hal itu terulang."
Bahkan kondisi kabut asap yang begitu pekat ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meliburkan aktivitas belajar. Diketahui siswa sekolah tingkat TK dan SD diliburkan pada Selasa (13/8) dan Rabu (14/8) karena makin tebalnya kabut asap akibat karhutla.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Fahrizal Fitri, mengaku akan meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng untuk ikut membantu memadamkan api. Agenda ini rencananya digelar pada Rabu (14/8) esok.
"Kita berharap dukungan masyarakat, kesadarannya agar tidak melakukan pembakaran," kata Fahrizal, dilansir dari CNN Indonesia. "Dan kita akan coba mengerahkan ASN juga untuk bersama-sama melakukan pemadaman."
(wk/elva)