Menurut Rizal, Jokowi terkesan membiarkan Enggar terus mengeluarkan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. Rizal pun menantang Jokowi agar segera mengeluarkan Enggar dari Kabinet Kerja.
- Elvariza Opita
- Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:35 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk beberapa pejabat terkait dengan dugaan korupsi impor bawang putih. Kasus ini pun tak ayal membuat mata publik tertuju pada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang merupakan "pengendali" seluruh aktivitas impor bahan pangan di Indonesia.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli pun tak ketinggalan menyampaikan pendapatnya terkait hal ini. Menurutnya, sosok Enggar sudah gagal dalam kegiatan impor bahan pangan.
Rizal menilai kebijakan yang diterapkan Enggar sama sekali tidak pro terhadap rakyat. Oleh karena itu, ia pun "menodong" Presiden Joko Widodo agar berani memecat Enggar.
"Pecat dulu Enggar, itu sudah solusi paling gampang," kata Rizal ketika ditemui awak media di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8). "Pak Jokowi harus cari menteri yang pro ke rakyat. Percuma sektor pertanian digedein tapi impornya jalan terus."
Selain itu, Rizal pun menyoroti banyaknya dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Enggar. Hanya saja, menurutnya, Jokowi tidak pernah berani memecat Enggar.
Adapun Enggar sudah tiga kali dipanggil oleh KPK terkait impor bawang putih. Namun menteri yang baru-baru ini "membuka keran" impor daging ayam dari Brasil itu selalu mangkir dari panggilan KPK.
"Enggar, Menteri Perdagangan, KKN-nya luar biasa. Korupsinya luar biasa. Fakta sudah ada. Tapi Pak Jokowi nggak berani mecat," tuturnya, dilansir dari laman Vivanews, Selasa (13/8). "Enggartiasto bermasalah, tiga kali dipanggil KPK, tapi enggak pernah dipecat."
Menurut Rizal, Enggar tidak hanya tersandung korupsi impor bawang putih. Ada satu komoditi lain yang jumlahnya lebih besar dari bawang putih, yakni impor gula. Namun, sayangnya, kasus impor gula masih belum berhasil diungkap oleh KPK.
"KPK baru ungkap bawang putih. KPK sudah gerebek kantor Enggar dan menemukan memo-memo soal gula dan garam," kata Rizal. "Itu lebih gede, dia mengeluarkan (kebijakan) impor gula 1,5 juta ton."
"Kenapa yang diangkat bawang putih? Padahal gula lebih penting," imbuhnya sebelum mengakhiri sesi pertemuan. "Jadi jangan ngomong doang lah."
(wk/elva)