Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 950 Meter, BPPTKG Tetapkan Status Waspada
Twitter/btngunungmerapi
Nasional

BPPTKG telah menetapkan status waspada terhadap gunung di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu sejak Mei 2018, menyusul letusan terakhir di bulan yang sama.

WowKeren - Saat ini, sejumlah gunung berapi di Indonesia tengah dalam kondisi aktif. Bahkan sebulan terakhir tercatat dua gunung sudah mengalami erupsi, yakni Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat dan Gunung Kerinci di Jambi.

Kali ini Jawa Tengah dan Yogyakarta lah yang patut waspada. Pasalnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi sedang meningkat. Hal ini didasarkan dari pernyataan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).


Dilansir dari akun Twitter resmi BPPTKG, @BPPTKG, lembaga yang bernaung di bawah Kementerian ESDM itu menyatakan adanya guguran awan panas dari Gunung Merapi. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/8) pukul 23.31 WIB.

"Awanpanas guguran Gunung #Merapi terjadi pada tanggal 13 Agustus 2019 pukul 23:31 WIB," cuit BPPTKG. "Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo max. 30 mm dan durasi (kurang lebih) 95 detik. Jarak luncur 950 m ke arah hulu Kali Gendol."

Atas dasar kondisi inilah BPPTKG menetapkan status level II atau waspada terhadap gunung setinggi 2.930 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Diketahui status waspada ini sudah disematkan kepada Gunung Merapi sejak 21 Mei 2018, menyusul letusan terakhirnya pada 11 Mei 2018.

Tak hanya "memuntahkan" awan panas, BPPTKG juga mengaku memantau guguran lava dengan jarak 550 meter. Lewat CCTV, BPPTKG menyebut guguran lava terjadi sebanyak satu kali dan mengarah ke hulu Kali Gendol.

"Laporan Aktivitas G. #Merapi periode pengamatan 12/8/2019 pukul 18:00 s/d 13/8/2019 pukul 06:00 WIB," tulis BPPTKG pada Selasa (13/8) pukul 06.20 WIB. "Terpantau dari CCTV 1 kali guguran lava dgn jarak luncur 550 m arah hulu Kali Gendol."

Sebelumnya, Gunung Merapi juga sempat mengeluarkan awan panas pada Rabu (7/8) dini hari. Kala itu guguran awan panas bahkan meluncur sampai sejauh 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

Guguran awan panas ini menyusul sejumlah aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada pekan yang sama. Tercatat pada Minggu (4/8) awan panas sejauh 1,1 kilometer sempat diproduksi oleh gunung tersebut.

Lalu pada Senin (5/8), Gunung Merapi juga tercatat meluncurkan empat kali guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol. Dengan jarak luncur sampai 600 meter, guguran lava pertama teramati antara pukul 00.00-06.00 WIB.

You can share this post!

Related Posts
Loading...