Gubernur Papua Minta Masyarakat Tanggapi Wajar Soal Insiden Mahasiswa di Surabaya
Twitter/lukasenembe
Nasional
Demo Rasisme Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku prihatin atas insiden yang berujung pada penangkapan sejumlah mahasiswa dan pengepungan asrama di Jalan Kalasan Surabaya pada Jumat (16/8).

WowKeren - Sebuah insiden terjadi di Surabaya yang melibatkan anggota mahasiswa asal Papua dan sekelompok anggota ormas. Terkait hal ini, Gubernur Papua Lukas Enembe mengimbau masyarakat agar hal itu disikapi dengan wajar. Hal tersebut disampaikan olehnya saat menggelar konferensi pers di gedung Negara, Jayapura.

"Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua yang berada di Provinsi Papua maupun seluruh wilayah Indonesia," kata Lukas dalam keterangannya seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (19/8). "Untuk merespons insiden Surabaya, Semarang dan Malang tersebut secara wajar."


Seperti diketahui sebelumnya, telah terjadi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang berlokasi di Jalan Kalasan oleh sekelompok anggota ormas pada Jumat (16/8) malam. Hal tersebut bermula dari viralnya foto bendera merah putih yang rusak di depan asrama.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, para mahasiswa tersebut mengaku tidak tahu perihal robeknya bendara merah putih. Lukas mengaku prihatin dengan insiden tersebut yang berbuntut pada penangkapan sejumlah mahasiswa dan pengosongan asrama.

"Pemprov Papua menyatakan empati dan prihatin atas insiden terjadi di Kota Surabaya, Kota Semarang, dan Kota Malang," lanjut Lukas. "Yang berakibat adanya penangkapan dan atau pengosongan Asrama Mahasiswa Papua di Kota Surabaya oleh aparat keamanan."

Untuk itu, ia berharap agar aparat kepolisian mampu bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Ia tidak ingin jika kasus main hakim sendiri semacam itu dibiarkan lantaran tak menutup kemungkinan berpotensi menimbulkan korban jiwa. "Hindari adanya tindakan-tindakan yang mengganggu represif, yang dapat menimbulkan korban jiwa, kegaduhan politik, dan rasa nasionalisme sesama anak bangsa," imbuh Lukas.

Sebaliknya, Lukas juga mengimbau agar masyarakat Papua mau mematuhi perundang-undangan hukum maupun norma adat budaya. Oleh sebab itu, ia berharap agar orang-orang non Papua juga bisa saling menghargai. "Hal ini merupakan komitmen kita bersama sebagai anak-anak bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan beretika secara budaya," tegas Lukas.

You can share this post!

Related Posts
Loading...