MUI Bela UAS Soal Video Hina Salib, Ungkit Kasus Buya Hamka dan Presiden Soekarno
Nasional
Ceramah Salib Ustaz Abdul Somad

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa tak sepatutnya ceramah keagamaan dipersoalkan karena pada dasarnya hal itu disampaikan untuk masing-masing pemeluk agama penganutnya.

WowKeren - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara menanggapi isu viralnya video penceramah Ustaz Abdul Somad yang dianggap menghina salib. Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Fahmi Salim menilai bahwa tak sepatutnya substansi ceramah semacam itu dipersoalkan.

Sebab, apa yang disampaikan oleh para tokoh agama pada dasarnya tidak ada niatan untuk mencela agama lain. Tak terkecuali seperti apa yang disampaikan oleh UAS, yang mana hal itu pasti ditujukan bagi para penganut agama Islam.


"Tidak pada tempatnya memperkarakan tokoh agama yang berceramah agama ditujukan kepada penganut agamanya sendiri," kata Fahmi dilansir dari CNN Indonesia, Senin (19/8). "Apalagi disampaikan di tempat khusus seperti rumah ibadah."

Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan oleh UAS. Ia mengaku heran sebab ceramah itu juga disampaikan di tempat tertutup.

Kembali ke Fahmi, ia yakin bahwa ceramah yang disampaikan UAS sama sekali tak berniat menyinggung agama lain. Sebab dalam ajaran Islam sendiri, terdapat larangan untuk tidak mencela agama lainnya. Sebab hal-hal semacam ini berpotensi melukai toleransi umat beragama yang berbuntut pada perpecahan bangsa.

"Ada ayat yang menyatakan jangan kamu mencela sesembahan orang musyrik yang menyembah selain Allah itu sangat jelas maknanya larangan mencela secara terbuka dan tanpa landasan ilmu pengetahuan," terang Fahmi. "Tujuannya semata-mata untuk memperkeruh toleransi umat beragama dan menciptakan situasi chaos dalam masyarakat beragama."

Lebih jauh, ia membandingkan kasus UAS dengan sejarah masa lalu yang terjadi pada Ketua MUI pertama H. Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka. Kala itu, Hamka ditangkap dan dijebloskan ke penjara pada 1964 dengan tuduhan hendak menggulingkan pemerintah. Hal itu bermula dari ceramah Buya yang menyebut Islam di Indonesia sedang dalam bahaya akibat wabah intoleransi dan tudingan anti-Pancasila.

"Bung Karno bereaksi dan menyatakan dalam sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad di istana negara, ada orang yang mengatakan Islam dalam bahaya di republik ini," jelas Fahmi. "Sebenarnya orang yang berkata itu sendirilah yang sekarang dalam bahaya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...