Ibu Demonstran Penyiram Bensin ke Polisi Cianjur Minta Anaknya Dihukum Ringan
Twitter
Nasional

Kendati mengakui kesalahan anaknya, sebagai ibu, Enung berharap putranya tak mendapat hukuman yang berat. Di sisi lain, peristiwa ini menyebabkan 3 polisi harus dirawat intensif akibat luka bakar serius.

WowKeren - Beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan kejadian tiga anggota polisi terbakar hidup-hidup di Cianjur, Jawa Barat. Terjadi pada Kamis (15/8), peristiwa itu bermula dari usaha polisi untuk mengendalikan situasi demonstrasi.

Namun rupanya ada oknum demonstran yang berbuat kelewatan dan menyebabkan para aparat terluka. Hal senada juga diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.


Dedi menyebut pihaknya tengah melakukan serangkaian penyelidikan, salah satunya soal dugaan ada oknum yang melempar bensin kepada aparat keamanan. "Ini masih didalami ada dugaan-dugaan peserta melempar bensin kepada aparat keamanan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Sejumlah massa demonstran pun diamankan oleh kepolisian. Salah satunya RS (19), mahasiswa Cianjur yang menjadi tersangka lantaran diduga kuat melemparkan cairan bensin ke arah polisi.

Terkait dengan kejadian ini, Enung, ibu RS ikut angkat bicara. Ia mengaku tidak tahu-menahu bahwa putranya ikut aksi demonstrasi yang digelar di depan Pendopo Cianjur itu. "Enggak (tahu ikut aksi demo)," ujar Enung, dilansir dari PojokSatu.id, Senin (19/8).

Enung mengaku merasa terpukul atas kasus hukum yang menjerat anaknya. Apalagi karena RS, menurut Enung, adalah sosok yang pendiam dan tak pernah bertindak aneh. Secara tersirat ia pun mengaku lalai atas aktivitas putranya di luar kegiatan kampusnya.

"Tahu (ikut organisasi). Ibu kira itu di kampus, bukan di luar kampus," katanya. "(Ikut organisasi) dari sejak kuliah. Sekarang semester tiga. (Tetapi) Ibu enggak pernah nanya-nanya."

Sebagai ibu, Enung berharap putranya tak mendapatkan hukuman berat. Kendati demikian, ia mengaku menerima dan pasrah apabila anaknya harus dijebloskan ke dalam penjara.

"Ya nerima, dia kan salah," tutur Enung. "Ya minta diringanin aja. Jangan sampai terlalu disiksa. (Pokoknya) minta yang ringan, seringan-ringannya, Pak."

Sementara itu, peristiwa ini menyebabkan dua polisi mendapat luka bakar serius hingga 40 persen. Adalah anggota Sabhara Polres Cianjur atas nama Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon yang menjadi korban dalam kasus ini.

Selain keduanya, anggota Bhabinkabtimas Polsek Cianjur atas nama Aiptu Erwin juga menjadi korban dalam kejadian nahas ini. Bahkan Erwin-lah korban dengan luka bakar paling parah, mencapai 80 persen. Akibatnya ia harus menjalani perawatan serius di RS Cianjur.

You can share this post!

Related Posts
Loading...