Polri Siap Upayakan Deradikalisasi Keluarga Terduga Teroris Penyerang Polsek Wonokromo
Nasional

Seorang pria berinisial IM alias Ali (30) diketahui menyerang Mapolsek Wonokromo, Surabaya, pada Sabtu (17/8) malam. Beralibi hendak melapor, IM justru menyerang polisi yang melayaninya dengan celurit.

WowKeren - Diketahui seorang pria berinisial IM (30) menyerang Mapolsek Wonokromo, Surabaya, pada Sabtu (17/8) malam. Berbekal senjata tajam berupa celurit, IM nekat menyerang Aiptu Agus hingga menyebabkan sang aparat terluka parah.

Beruntung korban bisa segera ditangani dan pelaku dapat segera diringkus. Dalam proses penyelidikan itulah muncul dugaan bahwa IM bagian dari jaringan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Hal ini terbukti dari sejumlah barang bawaan yang ada di dalam tas IM ketika beraksi. Diketahui polisi menemukan senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, airsoft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

"Ada logo ISIS di sebuah kertas yang dibawa pelaku," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Polsek Wonokromo, Sabtu (17/8) malam. "Tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi tersebut, masih didalami."


Menanggapi indikasi adanya terorisme di balik penyerangan ini, Polri pun mengaku siap mengupayakan deradikalisasi. Tak hanya pada IM, deradikalisasi juga akan dilakukan kepada keluarga sang pelaku.

Selain itu, Polri juga mengaku siap membantu kebutuhan hidup istri dan empat anak pelaku. Informasi ini pun dikonfirmasi oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian selepas mengunjungi korban serangan terduga teroris pada Senin (19/8).

"Pelaku punya seorang istri dan empat anak, salah satunya penghafal Al-Quran," kata Tito di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Jatim. "Nanti kami akan bantu kebutuhannya."

Untuk diketahui, istri dan empat anak IM juga langsung diamankan pihak berwajib usai peristiwa penyerangan tersebut. Mereka diamankan dari sebuah indekos di Jalan Sidosermo IV Gang 1 Nomor 10 A, Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Polisi pun langsung mengamankan sejumlah barang serta menyegel kamar indekos tersebut.

Sementara itu, di lingkungannya, IM lebih dikenal sebagai Ali. "Pak Ali biasa berjualan jajanan sempol dan makaroni. Biasanya dititipkan ke warung-warung," kata Ainul Arif, Ketua RT 03/RW 02, Sidosermo, dilansir dari Kompas, Selasa (20/8).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait