Teka-Teki Pembantaian di KM Mina Sejati Terungkap, Begini Awal Mulanya
Nasional

Menurut Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Aru, Letkol Laut Suharto Silaban, dari total 36 jumlah ABK dan nakhoda, hanya 13 orang yang ditemukan. Dengan rincian 11 selamat dan 2 lainnya tewas.

WowKeren - Insiden pembantaian di KM Mina Sejati pada Sabtu (17/8) pekan lalu hingga kini masih meninggalkan sejumlah teka-teki. Sebanyak 23 anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

Namun, teka-teki tersebut perlahan mulai terkuak. Aparat Polres Kepulauan Aru telah memeriksa 11 ABK KM Mina Sejati yang lolos dari dari aksi keributan berujung pembantaian di atas kapal tersebut.


Menurut Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa, pembantaian tersebut bermula dari aksi perkelahian antara sesama ABK. Perkelahian tersebut terjadi kala kapal berada di perairan Laut Aru pada Jumat (16/8).

Kala perkelahian tersebut pecah, tutur Adolof, sejumlah ABK berusaha melerai hingga aksi itu dapat diselesaikan. Namun, Adolof belum bisa menjelaskan motif apa yang melatarbelakangi perkelahian dan pembantaian tersebut.

"Sumber persoalannya itu di sini. Para pelaku ini terlibat perkelahian dengan ABK lain hingga jatuh bangun," tutur Adolof dilansir Kompas.com pada Sabtu (24/8). "Lalu dilerai ABK lainnya hingga masalahnya selesai."

Meski perkelahian telah dapat diselesaikan, malam harinya para pelaku kembali membuat keributan. Perkelahian itu berlanjut hingga beberapa orang ABK di kapal tersebut tewas.

"Saat peristiwa malamnya itu, langsung dilaporkan ke pemilik kapal," terang Adolof. "Dan pemilik kapal langsung meminta bantuan dari kapal-kapal lainnya."

Hingga kini, polisi masih terus mengorek keterangan dari 11 ABK KM Mina Sejati yang selamat. Serta 35 ABK KM Gemilang Samudera yang pertama kali menolong ABK KM Mina Sejati yang selamat.

"Jadi, penyebabnya itu (karena perkelahian ABK)," tutur Adolof. "Untuk motif dan penyebab lainnya kami masih mendalaminya karena waktunya (pemeriksaan saksi) juga baru 1x24 jam."

Berdasarkan keterangan data jumlah penumpang dari otoritas Syahbandar setempat serta pemilik kapal, jumlah ABK di atas kapal kala insiden tersebut terjadi sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut termasuk 3 orang pelaku pembantaian.

Menurut Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Aru, Letkol Laut Suharto Silaban, dari total 36 jumlah ABK dan nakhoda, hanya 13 orang yang ditemukan. Dengan rincian 11 selamat dan dua lainnya tewas.

You can share this post!

Related Posts
Loading...