Sebelum Ide Bunuh dan Bakar, Pelaku Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Niat Santet Suami
Nasional

Kapolres Sukabumi lagi-lagi mengungkap fakta dibalik pembunuhan ayah dan anak di Sukabumi. AKBP Nasriadi mengungkap jika pelaku AK sempat menyantet suaminya sebelum berakhir dengan ide membunuh dan membakarnya.

WowKeren - Aulia Kesuma alias AK (35) telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan suami dan anak tirinya. Ia bahkan menyewa 4 eksekutor atau pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Edi Chandra alias Pupung Sadili.

Diketahui jika motif AK membunuh suami dan anak tirinya dikarenakan terjerat hutang sebesar Rp 10 miliar. Hutang berjumlah besar itu harus dicicil sebesar Rp 200 juta per bulan.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi bahkan mengkonfirmasi jika tersangka memang memiliki hutang di sejumlah bank. "Utangnya mencapai Rp 10 miliar yang terdiri dari Rp 7 miliar di Bank Danamon atas nama pelaku, Rp 2,5 miliar di BRI atas nama AK dan suaminya, serta Rp 500 juta di kartu kredit," jelasnya.

Karena tertekan dengan banyaknya hutang yang dimiliki, AK meminta sang suami untuk menjual rumahnya. Sayangnya, Pupung menolak ide tersebut dikarenakan rumah yang ditinggalinya tersebut merupakan warisan dari orang tuanya.


Baru-baru ini diketahui jika AK sempat menyewa jasa paranormal untuk menyantet suaminya, Pupung pada Juli 2019 lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh AKBP Nasriadi. "Ia sempat menghubungi paranormal agar suaminya mau menjual rumah untuk menutupi utangnya senilai Rp10 miliar," ujarnya.

Sayangnya cara tersebut tidak berjalan dengan mulus, sehingga AK yang gelap mata memilih cara membunuh dan menghilangkan jejak suami dan anak tirinya. Bila diceritakan secara kronologis, pembunuhan yang berakhir dengan pembakaran jasad kedua korban (Pupung dan Dana) ini awalnya ditemukan di daerah Cidahu, Sukabumi. Kedua jasad korban tersebut telah ditemukan dalam keadaan gosong di dalam mobil yang awalnya terbakar, Minggu (25/8).

Sebelumnya, kedua pembunuh bayaran yang disewa AK, yaitu A dan S, telah meracuni Pupung dengan menggunakan minuman. Harapan keduanya adalah korban langsung tak bernyawa usai meneguk minuman tersebut, namun korban masih sempat lemas sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kemudian, untuk membunuh anak tirinya AK melibatkan sang keponakan GK alias Geovanni Kelvin (24). GK bertugas untuk mencekoki anak tiri AK dengan minuman keras dan membekapnya agar meninggal.

Setelah keduanya tak bernapas lagi, A dan S lantas membawa jasad tersebut ke pom bensin untuk diserahkan kepada AK untuk selanjutnya dibakar guna menghilangkan jejak. Benar saja, tak jauh dari pom bensin, kedua jasad yang berada dalam mobil tersebut dibakar.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait