Diketahui jika AK (45) istri yang bunuh suami dan anak tirinya di Sukabumi menyewa 4 eksekutor. Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut ternyata 2 eksekutor lain tak ikut beraksi lantaran kesurupan.
- Wahyu
- Jumat, 30 Agustus 2019 - 15:08 WIB
WowKeren - Polisi kembali membeberkan fakta terkait pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan oleh Aulia Kesuma alias AK (45) kepada suaminya Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23).
Menurut keterangan dari AK, dirinya telah menyewa 4 eksekutor untuk membunuh suami dan anak tirinya tersebut. Namun belakangan ini terungkap jika hanya 2 eksekutor saja yang melakukan aksi pembunuhan tersebut. Lantas dimanakah kedua eksekutor lainnya?
AKBP Nasriadi menjelaskan bahwa awalnya keempat eksekutor yang disewa oleh AK, namun hanya A dan S yang melakukan aksi pembunuhan tersebut. "Eksekutor yang datang R (suami asisten rumah tangga AK), S, A dan AV," jelasnya. "Eksekutor yang melakukan aksi hanya S dan A karena dalam perjalanan menuju kediaman korban, AV tiba-tiba mengalami sakit menurut para tersangka seperti kesurupan."
Akhirnya R bersama AV batal ikut, mereka kembali ke hotel. Sedangkan AK dan anaknya yang masih balita bersama S dan A menuju ke rumah korban yang terletak di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Meski tidak ikut langsung dalam mengeksekusi, diketahui jika R lah yang menjadi otak dari pembunuhan ini. R bersama AK merancang beberapa skenario untuk membunuh korban.
"Ada orang lagi ikut, mereka saksi salah satunya balita. Dua eksekutor bersembunyi di barisan kursi belakang," terang Nasriadi. "Mereka ditutupi oleh Aulia agar tidak kelihatan dengan jok tengah yang dilipat. Begitu tiba di lokasi saksi D dan anak kandung Aulia dimasukkan ke dalam kamar lalu dikunci dari luar."
Setelahnya, rentetan aksi sadis yang melibatkan AK bersama GK (25) dan kedua eksekutor dilakukan. AK meracuni suaminya sedangkan GK meracuni Dana yang merupakan saudara tirinya.
Kemudian jasad kedua korban dibawa ke Sukabumi untuk dibuang dan dibakar. Alasan AK memilih Sukabumi sebagai tempat membuang jasad kedua korban dikarenakan pelaku yang pernah melewati lokasi tersebut saat mengantarkan anak tirinya, Dana, ke sebuah pesantren di Sukabumi.
"Karena dia terpikir dulu pernah mengantar (korban) Dana ke salah satu pesantren di Parung Kuda, dia terpikir untuk membuangnya di daerah Sukabumi Kabupaten," kata Nasriadi.
(wk/wahy)