PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan 10 ribu jaringan gas di Ibu Kota baru RI, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur rampung akhir 2020. Rencananya PGN akan membangun 5.000 jargas di tahun ini dan sisanya pada 2020.
- Wahyu
- Sabtu, 31 Agustus 2019 - 11:21 WIB
WowKeren - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana membangun 10 ribu jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga di calon Ibu Kota baru Indonesia yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. PGN memperkirakan pembangunan tersebut akan dilakukan hingga tahun 2020.
Direktur Komersial Dilo Seno Widagdo mengungkap jika rencananya perseroan akan membangun 5.000 sambungan rumah tangga (SR) pada tahun 2019. Dan sisanya 5.000 sambungan akan dikerjakan pada tahun depan. "Jadi sampai akhir 2020 akan sampai dengan 10 ribu sambungan rumah tangga," kata Dilo, Jumat (30/8).
Dilo mengaku jika Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) telah mengajak perseroan dalam merancang sistem pipanisasi dan distribusi gas di ibu kota baru nantinya. Dan hingga saat ini PGN tengah mempersiapkan desain dan konsep sistem jaringan gas tersebut.
Ada kemungkinan tahun depan, pihak PGN baru bisa mengungkapkan desain dan konsep jarga tersebut. "Kami baru bisa detailkan jadi rancangan rekayasa dasar," tutur Dilo.
Pembangunan 10 ribu jargas tersebut diharapkan bisa menopang kinerja distribusi gas bumi PGN di masa depan. Apalagi jika disesuaikan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), perusahaan juga menargetkan volume distribusi gas pada 2024 nanti melonjak dua kali lipat dibanding angka saat ini.
Dikutip dari data perusahaan, diketahui volume penyaluran distribusi gas PGN tercatat 932 Billion British Thermal Unit per hari (BBTUD) selama semester I 2019. Angka itu mengambil 31,72 persen dari total volume penyaluran gas bumi PGN sebesar 2.938 BBTUD di periode yang sama. Pihak PGN juga memproyeksikan volume akan bertambah kira-kira dua kali lipat tergantung permintaan dan pasokan yang ada.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur perseroan telah menyediakan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10 ribu Kilometer (Km) yang melayani lebih dari 350 ribu pelanggan. Saat ini, sepanjang 3.800 km sudah dialokasikan demi pembangunan jargas.
"2020 kami rencananya tambah 1.000 Km sehingga (panjang pipa) menjadi 11 ribu km. ini akan terus meningkat dengan tambahan pembangunan pipanisasi untuk jaringan rumah tangga," tutur Dilo.
(wk/wahy)