Merasa Ditipu Isu Rasisme, Demonstran Papua Ogah Kembali Gelar Aksi
Nasional

Kapendam XVII/Cenderawasih menyebut ada sekitar 300 demonstran yang terpaksa bersembunyi lantaran khawatir akan mendapat serangan balik dari warga Papua yang menjadi korban kerusuhan.

WowKeren - Ratusan warga di Pegunungan Wamena, Papua, merasa telah ditipu oleh koordinator aksi massa. Pasalnya aksi tersebut, yang semula ditujukan untuk mengecam insiden rasisme terhadap masyarakat Papua, rupanya berakhir ricuh dan anarkis.

Untuk diketahui, sejumlah kerusakan fasilitas umum menjadi buntut dari kerusuhan di Papua. Terdapat pula beberapa orang, baik warga sipil maupun aparat keamanan, yang harus terluka hingga meregang nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Dengan dampak yang sedemikian luar biasa, sekitar 300 orang itu mengaku enggan kembali mengikuti aksi demonstrasi dalam bentuk apapun. Informasi ini disampaikan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel (Letkol) CPL Eko Daryanto.

Menurut Eko, ke-300 orang itu sempat bersembunyi di Kompleks Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Minggu (1/9) sore. Mereka menyampaikan penyesalan dan ketakutan kembali ke tempat tinggalnya di wilayah Abepura dan Waena.

"Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun," ujar Eko dalam keterangan persnya, Senin (2/9). "Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme."


Ke-300 orang itu, jelas Eko, terpaksa bersembunyi lantaran khawatir akan mendapat aksi balasan dari masyarakat yang menjadi korban kerusuhan. Oleh karena itu, mereka meminta agar aparat bisa memberikan jaminan keamanan dan angkutan untuk kembalinya mereka ke daerah masing-masing.

"Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Bapak Desman Kogaya," katanya, dilansir Detik News. "Untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena."

Alhasil Desman-lah yang menghubungkan massa dengan Kodam XVII/Cenderawasih dan perwakilan Komnas HAM Papua. Kedua belah pihak lantas melakukan mediasi dan negosiasi untuk menentukan solusi terbaik. Dalam mediasi itu hadir pula anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

"Kodam XVII/Cenderawasih telah menyiapkan kurang lebih 15 truk TNI/Polri guna mengangkut massa yang sempat bertahan di wilayah Kelurahan Numbay pasca aksi demo beberapa hari yang lalu," jelas Eko. "Pukul 17.00 WIT dilakukan evakuasi gelombang pertama sebanyak 116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172 orang."

Proses evakuasi ini dijalankan dengan pengawalan ketat dan berjalan aman. Satu orang yang diduga pelaku penjarahan pun langsung diamankan pihak Polres Jayapura.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait