Dishub DKI Jakarta Sebut Perluasan Ganjil Genap Dapat Ciptakan Tren Positif
Nasional

Perluasan ganjil genap yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sejak bulan Agustus lalu sepertinya membawa dampak positif. Pasalnya, Dishub mencatat data peningkatan kualitas udara, pengguna kendaraan umum dan berkurangnya kemacetan di jalan.

WowKeren - Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menurunkan polusi udara dan kemacetan dengan melakukan perluasan ganjil genap bagi mobil pribadi dinilai dapat menciptakan tren yang positif. Pasalnya, sejak diberlakukannya sosialisasi hingga saat ini sudah banyak pencapaian positif yang terjadi.

Aturan ganjil genap ini sendiri telah diberlakukan mulai 7 Agustus 2019, namun telah banyak pencapaian positif yang terjadi. Terutama pada area-area yang terkena imbas perluasan ganjil genap tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengaku bahwa dari hasil evaluasi dan kajian sementara telah terlihat beberapa perubahan yang signifikan. Mulai dari tingkat kemacetan sampai kecepatan rata-rata kendaraan.

"Tentunya masih kita evaluasi, tapi trennya positif sejak kita mulai beberapa waktu lalu," ujar Syafrin dilansir Kompas, Minggu (1/9). "Dari data kecepatan rata-rata lalu lintas pada koridor penerapan ganjil genap naik dari 25,65 kpj menjadi 28,03 kpj. Secara persentasenya sebesar 9,28 persen."

Adanya kecepatan kendaraan yang meningkat, secara otomatis juga berpengaruh pada pergeseran waktu tempuh rata-rata dari kendaraan yang melintas. Perubahan yang telah tercatat mencapai 11,85 persen, dari yang sebelumnya 16,92 menit kini menjadi 14,91 menit.


Tak hanya itu, akibat dari perluasan ganjil genap ini juga ikut mempengaruhi kualitas udara ke arah yang positif. Hal ini dapat dilihat dari penurunan konsentrasi PM 2,5 atau informasi konsentrasi partikular pada dua alat pemantau milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

"Dilihat dari alat pemantau yang ada di Bundara HI itu turun 9,29 persen," terang Syafrin. "Satu lagi dari pemantau di Kelapa Gading itu juga menurun 9,36 persen. Kita masih optimis akan terus positif sampai nanti diterapkan secara penuh."

Selain dari kualitas udara, kecepatan, dan waktu tempuh, peningkatan juga ikut dialami oleh penumpang kendaraan angkutan umum. Diketahui dari rata-rata jumlah penumpang 66 trayek Bus Transjakarta dan Jak Linko meningkat per harinya.

"Berdasarkan data kenaikan jumlah penumpang di seluruh area ganjil genap mencapai 5,05 persen. Dari sebelumnya 475.442 penumpang per hari, kini menjadi 499.464 penumpang per harinya," jelas Syafrin.

Sebelumnya, uji coba dan sosialisasi perluasan ganjil genap akan terus berlangsung hingga 8 September 2019. Dan akan dilakukan implementasi penuh pada 9 September 2019.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait