Eksekutor Ayah-Anak di Sukabumi Ngaku Tidak Diberi Tahu Soal Rencana Pembunuhan
Nasional

Kedua eksekutor yang sejatinya berprofesi sebagai buruh tani di Lampung itu dipanggil dengan dalih dimintai bantuan membersihkan rumah tersangka AK di Lebak Bulus, Jakarta.

WowKeren - Fakta di balik pembunuhan keji ayah dan anak di Sukabumi terus diungkap ke publik. Yang terbaru, eksekutor pembunuhan dan pembakaran tersebut mengaku tidak diberi tahu soal rencana keji yang dirancang sang dalang, Aulia Kesuma.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, menyebut dua pembunuh bayaran itu, S dan A, sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani di Lampung. Saat itu mereka dihubungi oleh pihak Aulia dengan dalih membantu membersihkan gudang di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Pertama ditelepon untuk mengerjakan bersih-bersih gudang," kata Suyudi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (2/9). "Ternyata sampai sini (Jakarta) perencanaan berubah."

Kedua eksekutor mengaku dijanjikan bayaran masing-masing Rp 200 juta untuk menghabisi nyawa korban. Namun, hingga kini, Aulia baru memberikan Rp 10 juta kepada kedua pembunuh bayaran itu.

"Yang dijanjikan saudara Aulia Rp 200 juta untuk masing-masing, S dan A," tutur Suyudi, dikutip dari Kompas, Selasa (3/9). "Aulia baru memberikan Rp 10 juta (kepada S dan A) untuk pulang ke Lampung (setelah pembunuhan terjadi)."


Kendati demikian, rupanya salah satu eksekutor itu masih sempat "dikuasai akal sehat". Pasalnya eksekutor S lah yang ternyata berperan besar di balik gagalnya rencana Aulia.

Menurut Suyudi, rencana awal Aulia adalah kedua korban dibakar di rumah tersebut. Berbekal obat nyamuk, Aulia berharap jejak kejinya terhapus bersama rumah itu.

"Perencanaan berikutnya adalah membakar rumah seolah-olah meninggal karena terbakar," kata Suyudi. "Dibuatlah tiga komponen pembakar dengan obat nyamuk spiral dan diletakkan kain yang sudah disiram bensin di samping obat nyamuk."

Total ada tiga buah obat nyamuk yang diletakkan di tempat yang berbeda-beda, yakni di kamar lantai satu, kamar lantai dua, dan garasi. Aulia berharap rumahnya terbakar habis selang 12 jam setelah dinyalakan, sementara kedua korban diikat dengan sumbu kompor dan diletakkan di garasi.

Namun rupanya ada dua obat nyamuk yang dipadamkan oleh S. "Namun saat obat nyamuk dibakar, S berubah pikiran. Timbul ketidaktegaan. Obat nyamuk di garasi dan di kamar ED dimatikan dengan cara diludahi," tutur Suyudi.

Alhasil rencana pembakaran rumah pun gagal. Kedua korban lantas langsung dibawa ke Sukabumi oleh Aulia dan KV. Di sana lah kedua korban dibakar di dalam mobil.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait