Polri Sebut Jika Hoaks Terkait Isu Papua Di Dunia Maya Masih Bertebaran
Nasional

Kepolisian Indonesia menyebutkan jika isu-isu yang bersangkutan dengan kasus rasialisme Papua masih bertebaran di dunia maya dan penuh dengan berita-berita kebohongan.

WowKeren - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan jika situasi dalam internet terkait isu-isu Papua masih belum kondusif. Polri menyebut jika dunia maya masih ramai dengan sebaran berita bohong alias hoaks.

Karena hal ini, Polri menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus membatasi akses internet di Provinsi Papua dan Papua Barat. Hal ini sebagai langkah untuk terus menjaga keamanan dari potensi kericuhan yang bisa kembali lagi terjadi jika massa terpengaruh oleh berita-berita yang tidak benar dari dunia maya.

"Untuk sementara dibatasi dulu guna menghindari berita hoaks meluas di masyarakat sehingga justru bisa memicu kerusuhan," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta pada Senin (2/9). "Yang seharusnya damai bisa anarkis dengan informasi bohong itu."

Dedi Prasetyo menjelaskan jika selama lima hari terakhir ini telah terjadi peningkatan berita-berita hoaks di dunia maya. Peningkatan terjadi hingga 20 ribu berita hoaks dari yang tadinya hanya 32 ribu sekarang menjadi 52 ribu berita hoaks.


Dedi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait konten hoaks yang dimaksud, namun ia menegaskan jika pembatasan akses internet ini untuk menekan angka penyebaran berita tersebut agar dapat berdampak positif pada kehidupan warga Papua. Dedi juga menampik adanya tanggapan yang menyatakan jika pembatasan akses internet ini untuk menutupi perkembangan situasi di Papua.

"Hoaks di dunia maya sangat masif, jeblok di sana (Papua dan Papua Barat). Ketika ada pembatasan akses, menurun sangat drastis dan bisa dikendalikan semua kejadian yang ada di lapangan oleh aparat yang ada di sana," kelas Dedi. "Kan sudah di-update terus setiap hari."

Sebelumnya Dedi juga telah membeberkan penemuan pihaknya terkait adanya 1.750 akun penyebar hoaks terkait isu Papua yang berasal dari luar negeri. "Ada di luar negeri ada juga di dalam negeri. Itu masih, nanti buka profil dulu," ujar Dedi pada Kamis (29/8) lalu.

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri menyebut jika mereka telah mengantongi ratusan ribu Uniform Resource Locator (URL) hoaks terkait Papua. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan jika pihaknya telah menemukan sebanyak 500 ribu URL hoaks.

"Kalau jumlah URL yang digunakan untuk menyebarkan hoax sampai kemarin saya di-update sudah lebih 500 ribu," kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat pada Senin (2/9). "Hoaks dalam artian berisi pesan adu domba, informasi palsu dan konten yang dikhawatirkan memperparah kondisi konflik di Papua dan Papua Barat."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait