Moeldoko meminta agar Ketua PAN Amien Rais agar tak tendensius terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Ini adalah respon soal pernyataan Amien yang menyebut Tiongkok terlibat dalam program tersebut.
- Wahyu
- Rabu, 04 September 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais agar tak tendensius terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Ia bahkan membantah jika pemindahan ibu kota terkait dengan rencana Tiongkok.
"Enggaklah, Amien Rais jangan tendensius gitu," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9). Moeldoko juga membantah pernyataan yang menyebutkan pemerintah saat ini tengah menunggu kajian dari Tiongkok soal pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim.
Mantan Panglima TNI ini menegaskan jika kajian sepenuhnya berada di tangan Bappenas bukan dari Tiongkok. "Kami kan punya prosedur, prosedur yang kami miliki dong. Masa di luar prosedur, gimana sih? Prosedur kami punya Bappenas," ujarnya.
Sebelumnya, Amin Rais menyebut jika Tiongkok ikut berperan dalam program pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia sebagai upaya untuk mendominasi dunia. Bahkan ia menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini tengah menunggu kajian dari pemerintah Tiongkok untuk menjalankan program tersebut.
"Sesungguhnya memindah Jakarta bukan karena menunggu studi Bappenas, tapi studi Beijing. Itu jelas sekali," kata Amien dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9). Ia kemudian menambahkan jika ada perebutan supremasi dan hegemoni global antara Amerika dan Tiongkok.
Sayangnya, tudingan Mantan Ketua MPR itu malah mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid.
Jazilul meminta agar Amien tak membuat kesimpulan sendiri terkait rencana pemindahan Ibu Kota, apalagi dengan pendapat yang tak berdasar."Dari mana dasarnya?" tutur Jazilul pada Selasa (3/9). "Tolong jangan gunakan variabel kebencian untuk menyimpulkan rencana pindah Ibu Kota."
Selain itu, Jazilul juga meminta agar Amien tak menyebar fitnah dengan menyebut etnik negara lain. "Berhentilah menebar fitnah, apalagi menyebut etnik atau negara tertentu," jelas Jazilul.
(wk/wahy)