Abdul Aziz selaku penulis disertasi ini pun telah meminta maaf kepada publik atas tema yang diangkatnya. Ia berjanji akan merevisi isi karya ilmiahnya dan membuang bagian kontroversialnya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 05 September 2019 - 10:30 WIB
WowKeren - Disertasi yang ditulis oleh dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul Aziz, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya disertasi yang ditulisnya mengangkat tema tentang keabsahan hubungan intim di luar pernikahan.
Kontroversi jelas mengiringi disertasi ini. Tak hanya dialamatkan kepada sang penulis, kritikan juga diarahkan kepada Rektor dan Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Menanggapi kontroversi itu, akhirnya Abdul Aziz selaku penulis disertasi buka suara. Ia pun meminta maaf lantaran disertasinya menjadi kontroversi dan berjanji akan merevisi karya ilmiahnya itu.
"Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini," kata Abdul dalan konferensi pers di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Selasa (3/9). "Termasuk (saya akan) mengubah judul menjadi 'Problematika Konsep Milik al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur', dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi."
Itikad Abdul Aziz ini pun ditanggapi positif oleh pihak universitas. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi, mengatakan pihaknya tak akan menyerahkan ijazah Abdul Aziz sebelum revisinya betul-betul disetujui penguji.
"Tadi ada konpers yang intinya si Abdul Aziz itu menarik kesimpulannya dan akan melakukan perubahan seperti yang disarankan di dalam ujian disertasi," ujar Yudian, Rabu (4/9). "Yang kedua kami sendiri dalam posisi menanggapi statement dia itu dan juga beberapa yang berkembang."
"Nanti saya akan rapat lagi dengan promotor," imbuhnya. "(Tapi) yang pertama kami tidak akan menyerahkan ijazah sebelum revisinya betul-betul disetujui oleh para penguji."
Lebih lanjut, menurutnya, pihaknya selama ini sudah mengingatkan Abdul Aziz terkait disertasinya yang diyakini dapat menjadi problem di masa mendatang. Apalagi karena konsep yang diangkat merupakan hal yang menyimpang.
Di sisi lain, nasib karier Yudian juga ikut menjadi taruhan terkait dengan masalah ini. Pasalnya beberapa pihak menuntut Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mencopot Yudian dari jabatannya sebagai rektor.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mujahid, menilai Yudian sudah gagal mencegah lolosnya disertasi yang berpotensi memperluas budaya seks bebas di Indonesia. Tak hanya Yudian, Sodik pun meminta pemerintah untuk mencopot Direktur Pascasarjana kampus tersebut, Noorhaidi Hasan, dari jabatannya.
(wk/elva)