Istri Terduga Teroris di Palu Protes Karena Merasa Dilecehkan Densus 88
Nasional

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, menyebut pihaknya akan mengecek detail penangkapan terduga teroris itu ke Densus 88 terlebih dahulu.

WowKeren - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Sulawesi Tengah mengamankan 2 orang terduga teroris di Palu pada Selasa (3/9). Namun, istri-istri terduga teroris tersebut mengaku merasa dilecehkan oleh Densus 88 di momen penangkapan suami mereka.

Salah seorang istri terduga teroris yang berinisial R mengaku Densus 88 menerobos masuk kala dirinya belum mengenakan jilbab. R juga mengaku bahwa dirinya difoto dan divideo oleh petugas.

"Jam 12 malam sekitar 10 orang berpakaian preman datang ke kos dengan menggunakan senjata pistol. Saya bilang sabar, saya gunakan jilbab dulu, tapi pintu kos langsung didobrak, ditendang dan mengejar saya ke dalam kamar. Saya belum pake jilbab, tirai kamar dibuka petugas dan saya difoto-foto dan divideo," terang R sambil menangis dalam jumpa pers di Sekretariat AJI Palu pada Rabu (4/9) sore. "Saya ini menggunakan jilbab cadar karena syariat Islam, dan petugas tidak mengizinkan saya menggunakan jilbab. Katanya lama, mereka langsung masuk dan ini termasuk pelecehan, saya paham aturan hukum."

Suami R yang berinisial A diamankan oleh petugas kala membeli makanan. Kediaman R di sebuah indekos di Lorong Malaya, Jalan Towua, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng, pun didatangi oleh Densus 88.

"Pokoknya habis salat isya, sekitar jam 8 malam, suamiku pergi beli makanan di depan lorong, sampai ada petugas melakukan penggeledahan di rumah dia tidak pulang," ungkap R. "Saya tahu pergaulan suami saya seperti apa, karena dia hanyalah seorang buruh bangunan, pagi kerja sore sudah ada di rumah."


Petugas lantas menyita sejumlah barang bukti dari indekos tersebut. Di antaranya adalah televisi, mesin jahit, topi, serta senjata angin.

"Polisi tidak menyertai surat penggeledahan, mereka datang langsung geledah isi kos pakai sepatu," terang R. "Senjata angin yang digunakan memburu burung pun juga disita, bahkan televisi dan mesin jahit."

Hal senada juga disampaikan oleh istri terduga teroris HS, yakni RH. Menurut RH, dirinya dipaksa mengaku bekerja sama dengan suaminya.

"Pokoknya kos langsung ditendang dan berteriak tangkap-tangkap dan dipaksa untuk mengaku sudah kerja sama yang dilakukan oleh suami saya," jelas RH. "Padahal suamiku juga hanya buruh bangunan."

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto menjelaskan pihaknya akan mengecek detail penangkapan terduga teroris itu ke Densus 88 terlebih dahulu. Meski demikian, Didik juga mengingatkan bahwasanya memang ada prosedur berbeda untuk penangkapan kasus terorisme dengan kasus biasa.

"Kalau soal dugaan pelecehan itu, saya konfirmasi dulu ke pihak Densus 88, apakah benar seperti apa yang disampaikan keluarga terduga saat melakukan konferensi pers," pungkas Didik. "Namun, pada intinya penangkapan dilakukan jelas berbeda dengan kasus biasa."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait