Polisi Sebut Dendam Kesumat Jadi Alasan Terjadinya Tawuran Di Manggarai
Twitter
Nasional

Polisi menjelaskan jika tawuran yang terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan pada Rabu (4/9) itu dipicu oleh dendam kesumat antara kedua wilayah yang sudah berlangsung sejak lama.

WowKeren - Tawuran di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan kembali terjadi lagi pada Rabu (4/9) lalu. Tawuran ini menyebabkan aktivitas Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang melewati wilayah tersebut menjadi terganggu.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Bastomi Purnama menjelaskan jika tawuran yang kerap terjadi di Manggarai ini dipicu oleh dendam kesumat yang sudah terpelihara sejak lama di antara kedua wilayah. Dendam tersebut dijelaskan oleh Bastomi Purnama terjadi antara warga wilayah Menteng Tenggulun dan warga wilayah Manggarai.

"Jadi semacam tradisi dendam kesumat antara Menteng Tenggulun dan Manggarai," jelas Bastomi di Jakarta, Jumat (6/9). "Jadi masalah kecil-kecil saja antara salah satu seorang masing-masing masyarakat di situ ada yang tersinggung, lantas jadi pertentangan."


Tawuran ini diduga kembali terjadi karena dipicu aksi saling ejek dan menantang antara kedua belah pihak lewat media sosial. Bastomi mengatakan jika pihaknya telah berusaha untuk mengantisipasi tawuran namun tawuran justru lebih cepat terjadi diluar perkiraan.

Tawuran ini menyebabkan KRL harus berhenti dan tertunda cukup lama sehingga mengganggu sejumlah aktivitas pekerja kantoran yang akan pulang. Polisi menegaskan tidak akan menoleransi lagi dan mulai menindak tegas warga yang terlibat tawuran karena dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Kita sudah mengantisipasi ternyata tawuran lebih dulu terjadi. Mengingat itu kan jalur lalu lintas kendaraan dari arah Pusat ke Timur maupun ke Selatan. Di sana juga ada rel kereta api sangat rawan, objek vital. Kalau sempat terjadi lagi dikhawatirkan mengganggu lalu lintas kereta api dan jalan raya," kata Bastomi. "Dengan kejadian kemarin, kita tidak ada toleransi lagi, siapa pun yang melakukan tawuran melanggar ketertiban umum akan kita tidak tegas."

Tawuran ini sendiri terjadi pada Rabu (9/6) sekitar pukul 16.41 WIB di atas perlintasan rel kereta api yang kemudian dibubarkan oleh polisi dengan menggunakan gas air mata pada pukul 15.05 WIB. Hingga kini, wilayah Manggarai masih disiagakan oleh 100 personel polisi untuk mencegah terjadinya kembali tawuran ini.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait