Menurut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, salah satu pertimbangan pembukaan blokir tersebut adalah semakin turunnya persebaran berita bohong alias hoaks.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 06 September 2019 - 14:35 WIB
WowKeren - Gejolak di Papua dan Papua Barat belakangan ini sempat membuat pemerintah memblokir internet di Bumi Cendrawasih. Namun, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana untuk membuka total blokir tersebut pada hari ini (6/9).
"Hari ini rencananya kami buka seluruhnya," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir Tempo pada Jumat (6/9). "Tapi belum tahu, harus kita koordinasikan."
Menurut Ferdinandus, salah satu pertimbangan pembukaan blokir tersebut adalah semakin turunnya persebaran berita bohong alias hoaks. Persebaran hoaks ini mencapai puncaknya pada Senin (1/9) lalu hingga mencapai sekitar 500 ribu URL.
Meski demikian, pembukaan blokir tersebut memang perlu dilakukan secara bertahap mengingat luasnya wilayah di Papua dan Papua Barat. Kominfo juga masih akan melakukan evaluasi dan meninjau perkembangan yang terjadi di lapangan.
"Kan Papua itu luas, 29 kabupaten di Papua da 13 Kabupaten di Papua Barat, besar sekali," ungkap Ferdinandus. "Jadi kita harus lebih detail mengenai kabupaten mana yang bisa dibuka."
Sementara itu, pemerintah telah membuka blokir atas layanan internet di wilayah Papua dan Papua Barat secara bertahap mulai Rabu (4/9) kemarin. Pembukaan blokir tersebut dilakukan usai berkoordinasi dengan instansi penegak hukum dan aparat keamanan. Sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat juga menjadi salah satu pertimbangan.
Pembukaan blokir atas layanan data internet tersebut dilakukan di 19 Kabupaten Provinsi, yaitu Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.
Dan 10 Kabupaten di Provinsi Papua Barat yang meliputi, Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, serta Kaimana. Lalu Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.
Sedangkan untuk 10 Kabupaten di Provinsi Papua yang meliputi Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire, akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan. Pemantauan situasi juga dilakukan di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari.
(wk/Bert)