Esemka Masih Pakai Onderdil Tiongkok, Inisiator: Mobil Itu Produk Global
Nasional
Peluncuran Mobil Esemka

Beberapa onderdil yang digunakan di dalam mobil Esemka buatan Indonesia masih menggunakan produk dari Tiongkok. Inisiator mobil ini pun menjelaskan alasannya dan berpesan masyarakat tidak perlu alergi terhadap hal itu.

WowKeren - Indonesia baru saja meluncurkan mobil buatan anak bangsa yakni Esemka pada Jumat (6/9). Mobil yang diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) ini diproduksi di Boyolali dan menghadirkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di hari peluncurannya. Mobil yang saat ini diluncurkan oleh Esemka merupakan dua tipe pick up yang diberi nama Bima 1.2 dan Bima 1.3.

Peluncuran kembali mobil yang dulu menjadi cikal bakal terkenalnya Jokowi ini menuai berbagai respon terutama dari kalangan politikus. Gerindra misalnya, salah satu politikusnya mengatakan bahwa mobil Esemka mirip mobil buatan Tiongkok dan dimungkinkan hanya mengganti merek saja. Tanggapan tersebut pun ditepis oleh Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya yang menerangkan bahwa mobil tersebut asli buatan Indonesia.


Sementara itu, saat meresmikan pabrik Esemka di Boyolali, Jokowi mengatakan bahwa komponen lokal yang terkandung dalam mobil yang diproduksi oleh Esemka saat ini belum sampai 80 persen. Salah satu konsultan teknis PT Esemka Dwi Budhi Martono atau Totok pun menjelaskan jika memang ada beberapa komponen yang masih dipasok dari luar.

"Komponen yang masih dipasok dari luar itu di antaranya pada sistem bahan bakar seperti nozzle, injektor, ECU (Electronic Control Unit, perangkat lunak yang mengatur berbagai sensor dalam mobil)," kata Totok yang dilansir Tempo pada Kamis (12/9). "Ring piston dan katupnya masih dipasok dari luar karena butuh yang high quality. Sistem-sistem kontrol pada dasbor seperti speedometer dan indikator itu juga masih dari luar."

Guru SMK Negeri 2 Surakarta itu mengatakan bahwa sebenarnya sempat ada yang menawarkan dasbor buatan lokal. Akan tetapi ternyata masih sebatas bentuk fisik dasbor itu saja yang dibuat lokal.

"Saat peresmian pabrik PT Esemka di Boyolali itu ada salah satu vendor dari Jakarta yang menawarkan dasbor," ujar lelaki 56 tahun itu. "Tapi baru fisiknya saja, meteran-meterannya masih dari luar. Paling gampang ya dari Tiongkok."

Kemudian, salah satu inisiator mobil Esemka itu mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu alergi dengan komponen dari Tiongkok. Ia mengatakan jika mobil adalah produk global dan tidak perlu semua komponen dibuat sendiri.

"Di sinilah masyarakat kita perlu dicerdaskan, musti tahu kalau mobil itu produk global. Orang mau bikin mobil nggak perlu bikin semua komponennya sendiri," uncapnya kepada wartawan. "Ada suplier-suplier, ambil dari mana saja boleh."

Totok pun memberi contoh beberapa mobil merek terkenal yang mengambil onderdil dari Tiongkok. Beberapa diantaranya adalah mobil Audi, Acura, hingga BMW yang bahkan keseluruhan komponennya diambil dari negeri tirai bambu itu.

Meskipun sebagian komponen mobil Esemka masih diimpor dari luar, Totok mengatakan bahwa masyarakat seharusnya turut bangga karena Esemka itu merek dalam negeri. Ia pun menyayangkan jika ada sebagian masyarakat Indonesia yang tidak mencintai produk dalam negeri sendiri.

"Kalau masyarakat tidak bangga dengan mereknya sendiri , bagaimana Indonesia bisa maju? Indonesia dan Korea itu merdekanya hanya berselang dua hari," ungkap Totok. "Kenapa Korea lebih maju, karena jiwa nasionalisme masyarakatnya lebih kuat. Mereka punya rasa saling memiliki, 'bagimu negeri jiwa raga kami' mereka lebih tinggi."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts