Jengkel Karena Indonesia Disalahkan Soal Karhutla, Menteri Desa: Bantu Dong Jangan Cuma Menyalahkan
YouTube
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo kesal karena banyak pihak yang menyalahkan Indonesia soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia kemudian menyindir seharusnya pihak tersebut tidak hanya menyalahkan melainkan juga membantu.

WowKeren - Beberapa wilayah di Indonesia tengah mengalami darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai daerah di negara ini. Bukan hanya di dalam negeri, asap dari karhutla yang kian menjadi ini juga dikabarkan sampai ke negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.

Hal ini menyebabkan ada beberapa pihak yang menyalahkan Indonesia terkait bencana karhutla ini. Merespon tudingan tersebut, berbagai pihak dari Indonesia tak terima. Selain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro juga ternyata tidak terima dengan tuduhan itu.


Eko geram mendengar kabar ada banyak negara tetangga yang menyalahkan Indonesia dalam peristiwa karhutla ini. Padahal menurutnya selama ini mereka juga telah menikmati oksigen dari hutan-hutan di Indonesia.

"Saya jengkel karena ada negara-negara lain yang menyalahkan Indonesia," tuturnya yang dilansir oleh Kumparan pada Selasa (17/9). "Padahal, negara-negara tersebut selama 11 bulan menikmati oksigen gratis dari Indonesia."

Akan tetapi, Eko tidak menjelaskan secara spesifik negara mana yang dimaksud. Namun menurutnya, kebakaran hutan dan lahan seharusnya menjadi tanggung jawab negara lain yang berada di sekitar Indonesia juga.

"Bantu dong, jangan cuma menyalahkan saja," ujar Eko. "Saya enggak mau menyebut negara manalah, tapi benefitnya kita rasakan bersama gratis. Kalau susah, ya, kita tangani bersama dong, jangan salah-salahan."

Selanjutnya, Eko mengatakan ada banyak desa yang terkena dambak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Menurut dia, untuk meminimalisir dampak kebakaran, seharusnya setiap desa rawan kebakaran hutan mengalokasikan Dana Desa yang mereka miliki untuk menangani bencana ini.

Sementara itu, karhutla yang terjadi di Indonesia disanyalir akan mengganggu kompetisi F1 di Singapura. Acara yang diadakan di Marina Bay Street Circuit itu akan berlangsung 20 hingga 22 September. Oleh karena itu, Singapura kemudian menawarkan bantuan untuk mengatasi bencana ini kepada Pemerintah Indonesia. Bukan hanya Singapura, Malaysia juga menyatakan siap untuk membantu Indonesia menangani kabut asap akibat karhutla.

You can share this post!

Related Posts
Loading...