PAN Buka Suara Soal Kabar Faldo Maldini Pindah ke PSI
Nasional

Isu pindahnya Wasekjen PAN Faldo Maldini ke PSI ini pertama kali muncul dalam banner iklan sampul depan koran lokal Sumatera Barat, Harian Umum Independen Singgalang, edisi Rabu (18/9).

WowKeren - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini, dikabarkan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Isu ini pertama kali muncul dalam banner iklan sampul depan koran lokal Sumatera Barat, Harian Umum Independen Singgalang, edisi Rabu (18/9).

Iklan tersebut menampilkan foto Faldo yang menggunakan kemeja putih dan peci hitam. Sedangkan di sampingnya terdapat tulisan "Sumangaik Baru" (Semangat Baru) dan logo PSI. Huruf "Sum" dan "Bar" dalam kata Sumangaik Baru dicetak merah, sedangkan sisanya putih.

Kabar ini lantas ditanggapi oleh Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno. Eddy mengaku berniat bertabayyun kepada Faldo.

"Sejak kemarin pagi, saya menerima banyak pertanyaan dari internal partai, teman-teman media, maupun sahabat-sahabat sesama parpol tentang hijrahnya adinda saya Faldo Maldini dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke parpol lain," tutur Eddy dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (19/9). "Reaksi saya yang pertama adalah meminta klarifikasi ke Faldo, alias tabayyun."


Meski demikian, Eddy mengaku saat ini dirinya masih dinas di luar kota. Sehingga ia baru bisa meminta klarifikasi langsung ke Faldo apabila sudah kembali ke Jakarta.

Selain itu, Eddy mengatakan apabila benar Faldo pindah ke PSI, maka ia akan mengintrospeksi diri sendiri dan juga internal PAN. Hal ini demi memperbaiki manajemen organisasi PAN.

"Apakah ada faktor dalam diri saya atau mungkin di internal organisasi yang men-trigger keputusan ini," lanjut Eddy. "Hal ini penting bagi kami selaku pengelola partai untuk memperbaiki hal yang bisa ditingkatkan dan meluruskan hal-hal yang belum sempurna dari aspek manajemen organisasi."

Terakhir, Eddy juga berusaha menghormati keputusan Faldo apabila benar Wasekjen-nya itu pindah ke PSI. Eddy pun mengucapkan selamat jalan kepada Faldo.

"Saya akan mencoba memahami dan akan menghormati keputusan itu (meski belum tentu menyetujuinya)," pungkas Eddy. "Terakhir, andaikata (dan saya berandai-andai lagi) memang PAN dipandang belum bisa menjadi kendaraan politik adinda @FaldoMaldini untuk mencapai tujuan mulianya di ladang pengabdian masyarakat, saya akan mengucapkan selamat jalan dan selamat berkarya baginya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts