Densus 88 Ringkus Teroris di Jakut, Warga Justru Soroti Penyamaran Anggota
Twitter/anjares90
Nasional
Densus 88 Bekuk Terduga Teroris

Warga mengenal salah seorang anggota Densus 88 sebagai Iron, pemuda yang beberapa bulan terakhir menyewa kamar indekos di seberang rumah terduga teroris itu.

WowKeren - Tim Densus 88 diketahui meringkus seorang terduga teroris berinisial MA di Jalan Belibis V, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (23/9) pagi. Menurut pihak kepolisian, MA sedang merencanakan aksi pengeboman.

Namun sorotan warga setempat tampaknya justru lebih terarah kepada sosok salah satu anggota Densus 88 yang ikut dalam operasi. Pasalnya para warga mengenal sosok tersebut sebagai Iron, seorang pemuda yang dua bulan belakangan kerap mereka temui.

Mama Fajar, salah seorang warga, mengaku mengenal Iron sebagai pemuda yang mengontrak di lantai dua sebuah indekos. Indekos itu sendiri terletak di seberang rumah terduga teroris tersebut.

Menurutnya Iron adalah sosok yang ramah dan akrab dengan warga sekitar, termasuk anaknya. "Dia itu teman dekat sama anak saya, sering main mobile legend bareng nih di sini," ujar Mama Fajar ketika ditemui awak media di sebuah warung depan indekos tersebut.

"Dia sering keluar kos kok, kadang pagi suka ketemu kalau beli nasi uduk," imbuh Mama Fajar, seperti dilansir dari laman Tribunnews, Selasa (24/9). "Suka nongkrong, main voli sama warga sini juga. Eh taunya dia anggota (Densus 88)."

Sosok Iron yang dikenal sangat bertolak belakang dengan imej anggota Densus 88 pun sukses membuat para warga terkejut. Hal ini seperti disampaikan oleh warga setempat lain bernama Ningsih (40). Menurutnya selama ini Iron mengaku bekerja di sebuah kafe.


"Dia kan bilangnya kerja di kafe, baru tiga bulan ini," tutur Ningsih. "Enggak tahunya dia (anggota) Densus. Jadi kayaknya (terduga teroris) sudah diintai sama si Iron ini."

Iron yang dikenal baik hati, ujar Ningsih, tak pernah dicurigai oleh warga sekitar. Namun menurutnya ada satu kebiasaan tak lazim yang Iron lakukan setiap hari.

"Jadi dia tengah malam sering nongkrong sendirian di sini sambil megang HP," ucap Ningsih, merujuk pada warung di depan indekos tersebut. Iron biasanya duduk menghadap rumah terduga teroris di warung tersebut.

Ningsih juga mengaku sempat berinteraksi dengan Iron sebelum penggerebekan berlangsung. Kala itu, kata Ningsih, Iron mengaku hendak pergi ke tukang jahit.

Namun rupanya Iron kembali ke kampung tersebut dengan mengenakan seragam polisi. Tangannya pun menggenggam sepucuk senjata laras panjang dan wajahnya ditutupi sebuah masker hitam. Kendati warga tampak mengenali Iron, mereka mengaku tak berani mendekat lantaran khawatir akan keberadaan bom di rumah terduga teroris.

Sebelumnya, tim Densus 88 telah meringkus seorang terduga teroris berinisial MA (20). Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 29 alat bukti. Mulai dari bom hingga sejumlah senjata api diamankan dari rumah tersebut. Bahkan polisi mengaku menemukan materi bom berbahan TATP yang merupakan peledak berdaya tinggi.

Densus 88 pun mengidentifikasi MA sebagai pelaku yang terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulat (JAD). "Ini termasuk dalam jaringan ISIS, JAD," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (23/9).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts