Kualitas Udara Masih Berbaya, Gubernur Sumsel Hadiri Acara di Malaysia
Nasional

Kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan masih pada kategori berbahaya hingga Senin (23/9). Diketahui Gubernur Sumsel pun lebih memilih 'kabur' untuk menghadiri agenda di Malaysia dikala karhutla di daerahnya masih belum teratasi.

WowKeren - Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia masih berada di kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu daerah yang kualitas udaranya masih berbahaya hingga Senin (23/9).

Sayangnya dalam keadaan berbahaya yang mengancam warganya itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru justru bertolak ke Malaysia untuk dilantik sebagai Ketua Paguyuban Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia . Hal tersebut seolah bertolak belakang dengan pernyataannya, bahwa seluruh kepala daerah di Sumsel dilarang ke luar negeri di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski begitu, Kepala Bagian Humas, Biro Humas dan Protokol Setda Sumsel Leo Efriansyah menyebutkan jika kegiatan Gubernur Sumsel ini memang sudah diagendakan sebelumnya. Agendanya adalah untuk menghadiri pelantikan sebagai Ketua DMDI Indonesia di Banquet Hall Platinum, Aras 1 Hotel Imperial Heritage Malaka.

Leo mengungkapkan jika sebenarnya ada banyak agenda yang harus dilakukan oleh Gubernur Sumsel di Malaysia selain menghadiri pelantikan sebagai Ketua DMDI Indonesia "Namun karena kondisi karhutla yang membutuhkan penanganan langsung, Gubernur Sumsel langsung kembali ke Palembang siang ini," ujarnya. "Nanti malam diagendakan rapat dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel."


Menurut pantauan BMKG, pm10 di Palembang menyentuh 632,06 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00-08.00 dan masuk kategori berbahaya. Sedangkan berdasarkan pantauan satelit Lapan, terdeteksi 675 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu (22/9) lalu. Dengan titik panas terbanyak berada di di Musi Banyuasin dengan 228 titik api dan 114 titik api di Ogan Komering Ilir.

Sebelumnya, Herman sempat meminta agar para kepala daerah level Bupati dan Wali Kota di Sumsel agar tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah atau luar negeri selama karhutla belum benar-benar tuntas. Ia bahkan melarang para Pemda untuk pergi melakukan perjalanan ke luar daerah dan berharap agar kehadiran mereka bisa diwakilkan saja.

Hal itu disampaikan Herman beberapa waktu yang lalu. "Saya minta jangan meninggalkan tempat jika tidak melakukan perjalanan dalam hal yang sangat prinsip," ujar Herman, Senin (16/9) lalu.

"Saya minta jangan meninggalkan tempat jika tidak melakukan perjalanan dalam hal yang sangat prinsip. Kalau aturannya memang harus bikin surat dulu kalau mau keluar," lanjutnya. "Cuma kita ini dipermudah bisa pakai telepon."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait