Aktivis Ray Rangkuti: Suasana Aksi Mahasiswa Saat Ini Sama Kayak '98
Nasional

Pendiri LSM Lingkar Madani sekaligus aktivis tahun 1998, Ray Rangkuti, menilai bahwa aksi ini akan terus digelar apabila DPR tetap mengesahkan RUU KUHP yang kontroversial.

WowKeren - Mahasiswa diketahui secara serempak turun ke jalanan untuk menyuarakan aspirasi mereka pada pemerintah. Salah satunya adalah demo menolak RUU KUHP dan UU KPK yang baru disahkan di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (23/9) malam tadi.

Aksi mahasiswa tersebut pun ditanggapi oleh aktivis '98, Ray Rangkuti. Menurut Ray, kejadian tersebut mirip dengan situasi kala dirinya aktif beraksi sebagai mahasiswa di tahun 1998.

"Soalnya saya melihat ghirah (semangat) mahasiswa saat ini seperti yang kita alami saat '98, dimana ada ungkapan enggak demo enggak keren. Suasana saat ini sama kayak '98. Jika ada kampus enggak bergerak itu akan di-bully," jelas Ray dalam keterangan tertulisnya dilansir detikcom pada Selasa (24/9). "Makanya (demo) ini akan panjang, tinggal gimana pemerintah dan DPR menyikapinya."

Demo mahasiswa ini sempat memanas dan diwarnai oleh aksi pembobolan pagar gedung parlemen oleh mahasiswa. Ray pun menilai bahwa aksi ini akan terus digelar apabila DPR tetap mengesahkan RUU KUHP yang kontroversial.


Pendiri LSM Lingkar Madani tersebut memandang bahwa kritik keras mahasiswa kepada Presiden Joko Widodo terkait RKUHP dan UU KPK wajar dilakukan. Namun, Ray berharap aksi mahasiswa ini tidak merembet hingga pelantikan Presiden Jokowi pada Oktober 2019 mendatang.

"Saat ini mahasiswa kecewa karena Pak Jokowi itu habis manis sepah dibuang. Padahal masyarakat yang mendukung Jokowi dengan susah payah demi menegakkan prinsip-prinsip demokrasi dan pemberantasan korupsi," terang Ray. "Mereka rela di-bully bahkan sempat ada yang dikafirkan karena memlih Jokowi."

Hal berlawanan justru diungkapkan oleh Direktur lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio. Menurut Hendri, aksi demonstrasi mahasiswa menolak RKUHP dan UU KPK saat ini belum mengarah seperti 1998 yang kala itu berujung pada pelengseran Presiden Soeharto. Pasalnya, aksi mahasiswa kali ini masih masih murni karena melihat adanya kebijakan Jokowi yang tidak tepat.

"Sayangnya Jokowi kurang menanggapi aksi tersebut padahal setiap gerakan mahasiswa berpotensi untuk menjadi besar. Makanya sebaiknya Pak Jokowi bertemu dengan demonstran. Mumpung aksi mahasiswa masih di jalur idealisme mereka," pungkas Hendri. "Namun jika aksi tersebut sudah melibatkan rakyat dan mahasiswa, akan susah lagi memadamkannya. Rakyat akan bergerak kalau harga-harga bergerak naik. Nah kalau harga sudah bergerak naik, maka masyarakat akan bergabung dengan mahasiswa. Itu akan lebih sulit lagi dikendalikan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait