Fahri Hamzah Soal Rusuh Pasca Demo: Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi
Instagram/fahrihamzah
Nasional

Aliansi mahasiswa menggelar aksi besar-besaran pada Selasa (24/9) demi menyuarakan keresahan mereka atas sejumlah kebijakan kontroversial pemerintah. Namun aksi ini rupanya berujung pada kerusuhan.

WowKeren - Demonstrasi besar-besaran digelar oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat dari berbagai elemen kemarin. Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar pemerintah mencabut kebijakan kontroversial yang telah dan akan disahkan.

Namun rupanya ada oknum tak bertanggung jawab yang merusuh dalam aksi tersebut. Seperti dilansir dari Kompas, kerusuhan yang terjadi di belakang Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (24/9) malam justru dilakukan oleh sekelompok pemuda tanpa jaket almamater. Padahal, seperti diketahui, mahasiswa yang terlibat dalam aksi dengan bangga mengenakan jaket almamater mereka.

Massa perusuh itu pun tak meneriakkan tuntutan seperti yang dilakukan para mahasiswa sebelumnya. Tanpa gentar mereka terus melemparkan batu dan benda tumpul lain ke arah Kompleks Parlemen.

Situasi ini pun tak luput dari perhatian Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Politikus yang membentuk partai baru itu meyakini massa perusuh bukanlah mahasiswa.


"Pasti ada sesuatu yang kita tidak baca secara baik sebelumnya. Saya percaya ini bukan mahasiswa," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9). "Mahasiswa itu pada dasarnya datang dengan motif dialog dan atas sesuatu yang konstruktif. Seperti kita lihat, juru bicaranya dengan baik dan ada maksudnya."

Lebih lanjut, Fahri pun mengemukakan dugaan "sosok penyusup" dalam aksi tersebut. Menurutnya kerusuhan ini sengaja diciptakan demi menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Pasalnya pelantikan tersebut akan digelar di Gedung DPR.

"Kalau ini saya lihat ada serangan begitu," ujarnya, dilansir dari Detik News. "Memang ada saya dengar, ancaman untuk presiden supaya tidak dilantik 20 Oktober. Dilantiknya kan di gedung ini."

Kendati demikian, Fahri meminta agar tak ada yang mengkhawatirkan isu ini. Fahri pun mengingatkan agar masyarakat menerima hasil Pemilu 2019 karena putusannya sudah final.

"Saya berharap preisden nggak perlu terlalu takut. Karena hasil pemilu sudah memilih dia. Mahkamah Konstitusi dan KPU sudah dilalui, penghitungan suara sudah dianggap selesai," pungkasnya. "Pak Prabowo sudah menerima. Harusnya itu sudah selesai."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!