Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menjenguk salah satu mahasiswa yang saat ini masih dirawat secara intensif di rumah sakit setelah mengalami luka parah akibat demo di Jakarta.
- Wahyu
- Rabu, 25 September 2019 - 16:04 WIB
WowKeren - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menjenguk salah satu mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (24/9). Bambang Soesatyo datang secara langsung di Rumah Sakit Pelni untuk melihat kondisi Faisal Amir pada hari ini Rabu (26/9).
Faisal Amir sendiri telah mengalami luka berat saat demo di depan Gedung DPR berakhir dengan ricuh setelah mahasiswa terlibat aksi bentrok dengan aparat keamanan. Saat ini Faisal Amir sedang menjalani operasi dan perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit.
Kedatangan Ketua DPR yang kerap disapa dengan nama Bamsoet ini didampingi oleh sejumlah Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila DKI Jakarta. Faisal Amir sendiri diketahui merupakan anggota Sapma Pemuda Pancasila DKI Jakarta.
Saat menjenguk, Bamsoet mengungkapkan fakta jika dirinya dulu juga merupakan anggota dari Sapma Pemuda Pancasila DKI Jakarta. Oleh sebab itu, saat mendengar kabar Faisal yang dianggapnya sebagai juniornya, ia lantas langsung terpanggil untuk ingin menjenguk. "Ada dari adik-adik saya dari Sapma PP yang terluka karena demo tadi malam. Saya ingin melihat sejauh mana luka yang diderita," ujar Bamsoet di RS Pelni, Jakarta pada Rabu (25/9).
Seusai menjenguk, Bamsoet mengatakan jika kondisi Faisal saat ini sudah mulai stabil. Bamsoet juga mengungkapkan jika dirinya juga sempat berbincang-bincang dengan ibunda Faisal. Bamsoet pun lantas meminta semua pihak untuk ikut mendoakan kesembuhan dari Faisal.
"Kondisinya sudah mulai membaik, stabil. Tadi ibunya juga menyapa Faisal dan Faisal memberikan respon dengan membuka matanya sedikit tadi. Jadi mudah-mudahan kita doakan adik kita ini lekas sembuh dan kembali beraktivitas," ujar Bamsoet. "Dan kita juga berharap ke depan tidak ada lagi korban-korban yang jatuh baik dari pihak aparat atau mahasiswa atau pedemo."
Terakhir Ketua DPR ini juga meminta para mahasiswa untuk dapat menahan diri di kemudian hari saat ingin menyampaikan proses berpendapat. Dirinya berharap kedepannya aksi demo tidak lagi berujung anarki agar aksi berpendapat tidak dengan mudah disusupi pihak-pihak yang hanya ingin mencari keuntungan di tengah situasi tersebut.
"Kita sebagai warga negara boleh menyampaikan aspirasi," kata Bamsoet. "Kapanpun saya siap menerima di DPR tapi jangan menimbulkan anarki apalagi terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab."
(wk/wahy)