Kepolisian Daerah Jawa Timur akan menyiagakan 700 personel aparat keamanan untuk mengawal berbagai aksi mahasiswa Surabaya yang akan menggelar aksi demonstrasi.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 25 September 2019 - 16:36 WIB
WowKeren - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah menyiapkan tim keamanan untuk menjaga dan mengawal aksi demonstrasi yang akan dilakukan para mahasiswa yang berada di Surabaya. Polda Jatim menyatakan jika ratusan personel aparat keamanan telah disiapkan untuk mengawal proses kebebasan berpendapat dari para mahasiswa Surabaya.
Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari sejumlah kampus yang berada di Surabaya telah merencanakan untuk menggelar aksi demo terkait sejumlah revisi undang-undang yang tengah menjadi polemik negara. Aksi unjuk rasa ini rencananya akan digelar di depan gedung DPRD Jawa Timur pada hari Kamis (26/9).
Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan jika pihaknya akan menyiagakan sebanyak 700 personel pada aksi unjuk rasa tersebut. Luki Hermawan juga menyatakan tim keamanan akan disiagakan di Kota Malang.
"Ada 700 personel untuk hari ini, dan ada beberapa kota, di Malang juga kami siapkan juga," kata Luki Hermawan saat meninjau situasi di kantor DPRD Jatim, Surabaya pada Rabu (25/9). "Memang Malang dan Surabaya ini menjadi atensi khusus."
Luki Hermawan menjelaskan jika tim keamanan ini akan diperkuat oleh personel TNI dan juga sejumlah kelompok masyarakat. Polda Jatim juga akan menurunkan pasukan Asmaul Husna dan Polwan dalam jumlah besar dimana menurut pernyataan Luki, keberadaan Polwan diharapkan dapat mendinginkan suasana.
"Kami juga libatkan TNI dalam perjalanan ke sini, karena perbantuan TNI dan ada beberapa masyarakat dari kelompok-kelompok yang memang cinta damai kita akan libatkan," jelas Luki Hermawan. "Kita siapkan juga pasukan Asmaul Husna kita kedepankan polwan, kita kedepankan polwan. Besok kalau, dalam jumlah besar mudah-mudahan dengan tampilnya polwan-polwan yang ada di depan ini akan mendinginkan."
Luki Hermawan juga menjamin jika semua personel yang akan dikerahkan tersebut telah dimonitor dengan cermat mengenai kelengkapan dan kesehatan. Sementara itu terkait senjata, Polda Jatim menegaskan tidak ada personel yang diperkenankan membawa peluru karet atau tajam. Para personel keamanan hanya dibekali dengan senjata gas air mata.
"Kami cek tanya satu persatu bagaimana cara penggunaannya," ujar Luki. "Kapan saat menggunakan seluruh apa gas air mata dan kami cek tidak ada yang membawa senjata baik itu karet maupun tajam, dan saya juga cek kondisi kesehatannya dan ini banyak hal untuk meyakinkan mereka juga kondisi psikologis harus siap."
(wk/riaw)