Rektor Unair Tak Larang Mahasiswa Ikut Aksi #SurabayaMenggugat
Nasional

Aksi #SurabayaMenggugat sedianya digelar pada Kamis (26/9) siang. Dalam kesempatan tersebut, aliansi mahasiswa dari beberapa universitas di Surabaya akan bergabung, termasuk Universitas Airlangga.

WowKeren - Sejumlah besar aliansi mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya, Jawa Timur akan menggelar aksi demo pada Kamis (26/9). Salah satu universitas yang akan bergabung dalam aksi #SurabayaMenggugat ini adalah Universitas Airlangga. Tak hanya mahasiswa Unair, para alumni pun dikabarkan siap bergabung dan menyuarakan aspirasi mereka.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unair Prof M Nasih pun menyatakan tak akan melarang mahasiswanya untuk mengikuti aksi itu. Kendati demikian, proses belajar-mengajar di kampus akan berjalan sebagaimana mestinya.

"Ya tentu kita tidak bisa melarang mahasiswa untuk melakukan aktivitas di luar kampus dan atau di luar belajar-mengajar atau perkuliahan," ujar Nasih, Kamis (26/9). "Yang jelas perkuliahan dan semua kegiatan akademik berjalan sebagaimana mestinya. Semua kelas kita pastikan tetap berjalan."

Tak hanya itu, Nasih juga berpesan agar mahasiswa melakukan aksinya dengan elegan. Ia juga meminta supaya mahasiswanya tak melakukan tindakan anarkis. Karena, menurutnya, tindakan anarkis hanya akan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada mahasiswa.


"Kami punya saran, lakukan dengan elegan. Lakukan dengan sebaik-baiknya," tutur Nasih. "Tunjukkan bahwa kalian semua adalah akademisi calon intelektual yang dipercaya oleh masyarakat. Bisa menyampaikan ide dan gagasan dengan elegan dan dengan sebaik-baiknya."

"Jangan sampai menyampaikan ide yang kemudian disertai dengan tindakan anarkis yang akan berakibat pada kepercayaan masyarakat pada mahasiswa itu akan menurun," imbuhnya. "Karena anarkis itu sama sekali di luar sifat dari seorang mahasiswa dan apalagi seorang mahasiswa. Mari kita dorong terus untuk menyampaikan ide gagasan secara elegan."

Pada kesempatan tersebut, Nasih juga mengaku siap memfasilitasi jalur diskusi antara seluruh elemen terkait. Sebab, menurutnya, solusi akan tercapai apabila ada dialog yang baik antara pemerintah dan mahasiswa. Demo besar-besaran yang terjadi beberapa hari belakangan, ujar Nasih, merupakan cara terakhir yang ditempuh lantaran semua jalur aspirasi ditutup.

"Nah saya melihat bahwa sesungguhnya sekarang itu harus dibuka berbagai macam kesempatan untuk terus melakukan dialog dengan berbagai macam elemen masyarakat. Antara mahasiswa, intelektual, akademisi, para politisi dan tentu para pengemban amanah sebagai eksekutif di negeri ini," pungkasnya. "Saya jamin dengan model-model dialog dan bermusyawarah, demo-demo yang marak kan bisa dieliminasi."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait