Menurut koordinator lapangan #SurabayaMenggugat, Zamzam Syahara, aksi ini akan diikuti oleh mahasiswa, pelajar, dan juga masyarakat se-Jawa Timur.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 26 September 2019 - 09:50 WIB
WowKeren - Ribuan elemen masyarakat Jawa Timur diklaim akan turun ke jalan untuk mengikuti aksi #SurabayaMenggugat pada hari ini (26/9). Aksi ini nantinya akan berpusat di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya.
Menurut koordinator lapangan #SurabayaMenggugat, Zamzam Syahara, aksi ini akan diikuti oleh mahasiswa, pelajar, dan juga masyarakat se-Jatim. Mereka bersama-sama akan menyuarakan protes atas berbagai permasalahan yang terjadi belakangan.
"#SurabayaMenggugat adalah gerakan mahasiswa, pelajar dan rakyat Indonesia turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya," terang Zamzam dilansir CNN Indonesia pada Kamis (26/9). Ia lantas menjelaskan sejumlah persoalan yang menjadi sorotan dalam aksi ini.
Zamzam menyebut bahwa setidaknya ada 6 poin yang menjadi tuntutan aksi #SurabayaMenggugat. Di antaranya adalah menolak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang baru serta sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) lainnya.
"Mendesak Presiden agar menerbitkan Perppu," jelas Zamzam. "Menolak sejumlah RUU bermasalah, seperti RKUHP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan."
Selain itu, aksi #SurabayaMenggugat juga mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Pemerintah juga dituntut untuk menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Massa #SurabayaMenggugat juga menolak Dwifungsi Aparat. Mereka juga mendesak agar pemerintah melakukan dialog dan menyelesaikan kasus hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Papua.
Nantinya, aksi #SurabayaMenggugat ini akan diawali di Tugu Pahlawan pada pukul 10.00 WIB. Massa akan melakukan long march dari Tugu Pahlawan menuju DPRD Jawa Timur pada pukul 13.00 WIB.
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga Surabaya, Agung Tri Putra, telah mengonfirmasi agenda ini. Agung mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi mahasiswa yang berada di berbagai kampus lainnya.
"Teman-teman yang gabung sudah ada BEM ITS, teman-teman (Universitas) Trunojoyo," kata Agung saat dikonfirmasi pada Senin (23/9). "Insyaallah semua BEM nanti turun. Kita konsolidasi dengan teman-teman BEM."
Sementara itu, aksi #SurabayaMenggugat ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meliburkan kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan Surabaya telah memberikan surat edaran ke seluruh Kepala Sekolah TK, SD, SMP, MTs baik negeri maupun swasta di Surabaya untuk meliburkan para muridnya demi keamanan.
(wk/Bert)