Aksi #SurabayaMenggugat disebut puncaknya pada hari ini, Kamis (26/9). Demi mengamankan aksi demo yang melibatkan ribuan mahasiswa, polisi menerjunkan 2.000 pasukan gabungan yang kebanyakan berasal dari Polda Jatim.
- Wahyu
- Kamis, 26 September 2019 - 11:58 WIB
WowKeren - Ribuan mahasiswa kembali menggelar aksi demo #SurabayaMenggugat pada hari ini, Kamis (26/9) di depan Kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya. Disebut sebagai puncak aksi demonstrasi, polisi pun menyiagakan 2.000 personel aparat keamanan yang terdiri dari pasukan gabungan untuk mengamankan aksi ini.
Aksi demo ini sendiri mendapat dukungan penuh tak hanya dari warga Surabaya sendiri, bahkan Wali Kota Surabaya Risma memberikan pesan teruntuk mahasiswa yang pergi berdemo hari ini.
Dukungan penuh akan aksi ini dapat dilihat di mana tagar #SurabayaMenggugat berhasil menempati trending topic dengan 52 ribu lebih cuitan di Twitter.
Aksi demo ini sendiri digelar untuk memprotes RUU KUHP yang tengah dikerjakan hingga UU KPK yang baru disahkan DPR RI. "Kami terjunkan 2.000 personel hari ini untuk aksi di DPRD Jatim," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata saat meninjau lokasi, Kamis (26/9).
Leo kemudian memaparkan jika 2.000 personel yang disiapkan untuk aksi demo di DPRD Jatim hari ini berasal dari pasukan gabungan yaitu, pasukan Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, hingga jajaran Polsek di sekitar Surabaya. Namun, kebanyakan pasukan dari Polda Jatim. "Banyak dari Polda (Jatim), Polrestabes, dan jajaran polres lainnya," ujarnya.
Dilansir Detikcom, sejumlah personel telah bersiaga di lokasi sejak pukul 09.00 WIB. Tak hanya itu, kawat berduri juga telah dipasang di depan Kantor DPRD Jatim dan sejumlah mobil rantis seperti water canon juga terlihat di lokasi.
Leo berharap dengan adanya penjagaan ini dapat membuat mahasiswa merasa aman saat melakukan aksi. Selain itu, Leo berharap aksi mahasiswa bisa berjalan kondusif.
Sebelumnya, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan menyebutkan jika pihaknya berencana menyiagakan sebanyak 700 personel untuk mengamankan aksi demo tersebut. Para personel yang akan diturunkan adalah sejumlah personel Asmaul Husna dan polwan.
Menurutnya pasukan tersebut bakal ditempatkan di depan massa guna untuk mendinginkan tensi unjuk rasa dan menjaga situasi tetap kondusif. "Kita siapkan juga pasukan Asmaul Husna, kita kedepankan polwan, kalau dalam jumlah besar mudah-mudahan dengan tampilnya polwan-polwan yang ada di depan ini akan mendinginkan," katanya.
Untuk perlengkapan sendiri Luki mengatakan jika pihaknya sudah diawasi ketat terkait kelengkapan, persenjataan dan kesehatan. Anggota yang siaga telah dibekali dengan senjata gas air mata, tidak ada peluru karet atau tajam.
"Kami cek tanya satu per satu bagaimana cara penggunaannya, kapan saat menggunakan seluruhnya apa gas air mata dan kami cek tidak ada yang membawa senjata baik itu karet maupun tajam, dan saya juga (cek) kondisi kesehatannya," jelasnya. "Banyak hal untuk meyakinkan mereka juga kondisi psikologis harus siap."
(wk/wahy)