Bandara Ambon Tetap Beroperasi Secara Normal Usai Digoncang Gempa M 6,8
Nasional

Meski demikian, Corporate Secretary AP 1, Handy Heryudhitiawan, tetap meminta agar seluruh penumpang yang terbang dari dan menuju Ambon untuk terus memantau status penerbangan masing-masing.

WowKeren - Kota Ambon, Provinsi Maluku, diketahui baru saja digoncang gempa dengan magnitudo 6,8 pagi tadi (26/9). Usai gempa, Bandara Pattimura Ambon yang dikelola PT Angkasa Pura (Persero) I atau AP 1 rupanya masih beroperasi secara normal.

Menurut Corporate Secretary AP 1, Handy Heryudhitiawan, penerbangan dari dan ke Bandara Pattimura berlangsung normal serta sesuai jadwal. Beruntung gempa tersebut juga tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas bandara, baik area landslide maupun airside.

"Hingga pukul 10.48 WIT, hanya sedikit keretakan di bagian depan gedung pemadam kebakaran," terang Handy dalam keterangan resminya pada Kamis (26/9). "Dan di ruangan watchroom."

Sementara itu, keselamatan dan keamanan para pengguna jasa Bandara Pattimura selalu dijaga oleh pihak pengelola. Berkoordinasi dengan pemangku kepentingan Bandara Pattimura, mereka berusaha untuk mengimplementasikan prosedur keselamatan dan keamanan yang teruji.


Meski demikian, Handy tetap meminta agar seluruh penumpang yang terbang dari dan menuju Ambon untuk terus memantau status penerbangan masing-masing. Hal tersebut dapat dicek melalui pihak maskapai atau mengikuti perkembangan di nomor telepon Angkasa Pura 172.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa Ambon ini memiliki intensitas maksimum VII-VI MMI. Hal ini menyebabkan jembatan dan bangunan yang tak tahan gempa mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan dari Pusdalops BNPB, terdapat satu jembatan retak di Ambon. Selain itu, ada satu bangunan Universitas Pattimura yang mengalami rusak ringan.

Meski gempa hanya terjadi sekitar 7 sampai 10 detik, warga Kota Ambon tetap panik hingga berhamburan keluar kantor dan rumah. Data dari Kecamatan Baguala Desa Waeheru juga mencatat adanya 7 rumah warga yang rusak, satu mobil Avanza rusak, dan seorang warga bernama Aisya Kaplale terluka akibat robohan bangunan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa gempa ini tak berpotensi tsunami. Namun masyarakat sudah panik dan berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait