Tim Medis menyebut bahwa banyaknya peserta demo yang pingsan disebabkan karena mereka mengalami dehidrasi. Hal itu diperparah dengan kondisi cuaca yang cukup terik.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 26 September 2019 - 16:13 WIB
WowKeren - Puluhan mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Timur pada Kamis (26/9) pingsan. Tim Medis dari STIE Perbanas Surabaya, Humaini, menyebut bahwa hal tersebut disebabkan karena banyak dari mereka yang mengalami dehidrasi.
"Pingsan karena cuaca cukup panas dan membuat mereka dehidrasi," kata Humaini dilansir dari Suara Surabaya, Kamis (26/9). "Dan banyak dari rekan-rekan yang akhirnya pingsan."
Masih dilansir dari Suara Surabaya, sudah ada lebih dari 10 orang peserta demo yang jatuh. Mereka kemudian dibawa ke sentra kuliner di yang ada di samping Gedung DPRD.
Banyaknya mahasiswa yang pingsan saat berdemo membuat tim medis kewalahan. Meskipun masing-masing kampus sudah menyiapkan tim medis untuk berjaga-jaga, namun mereka mengaku kehabisan peralatan medis maupun kebutuhan pertolongan yang lain.
Humaini menuturkan bahwa mereka juga memerlukan tim yang lebih profesional untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. "Untuk pertolongan pertama kami sudah kehabisan oksigen dan oralit. Kami juga butuh tim yang lebih profesional agar tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan," ujar Humaini.
Sejauh ini, memang hanya ada satu unit ambulans yang berjaga. Cuaca yang panas membuat banyak peserta yang mengalami dehidrasi hingga peserta aksi terus berjatuhan.
Aksi #Surabaya Menggugat memang rencananya akan dihadiri oleh ribuan peserta. Bahkan sejumlah pelajar dari luar kota di Jawa Timur pun berniat untuk meramaikan aksi tersebut.
Sayangnya, aksi mereka tertahan oleh operasi polisi di Aloha dan Bundaran Waru. Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menuturkan bahwa pihak polisi harus menahan mereka karena sebagian besar bahkan tidak tahu tujuan aksi tersebut.
"Mereka kami tahan karena mayoritas tidak tahu tujuan aksi hari ini," ungkap Zain di lokasi. "Mereka juga banyak yang bawa barang berbahaya."
(wk/zodi)