Sebelumnya, beredar kabar bahwa maskapai Sriwijaya Air akan menghentikan layanan reservasinya mulai hari ini (27/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 27 September 2019 - 13:39 WIB
WowKeren - Maskapai Sriwijaya Air sempat dikabarkan akan menghentikan layanan reservasinya mulai hari ini (27/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Melansir Kompas.com, maskapai tersebut telah memberi pemberitahuan kepada karyawannya soal potensi pemberhentian operasional mereka.
"Dear team, guna menghindari dampak yang lebih besar terkait diberhentikannya dukungan maintenance dari GMF dan hasil audiensi dengan DKUPPU & DAU dimana terdapat potensi STOP OPERATION, maka agar dilakukan close reservation untuk DOT 27 September-UFN eff per hari ini," demikian kutipan e-mail dilansir Kompas.com. E-mail pemberitahuan itu disebut telah disebar pada Rabu (25/9) kemarin.
Menanggapi kabar tersebut, PT Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) pun buka suara. Direktur Komersial PT Sriwijaya Air, Rifai Taberi, membantah kabar tersebut dan menjelaskan bahwa Sriwijaya Air dan NAM Air masih beroperasi secara normal.
"Informasi stop operasi itu tidak benar. Hingga saat ini Sriwijaya Air dan NAM Air masih beroperasi melayani pelanggan," jelas Rifai dalam keterangannya pada Kamis (26/9). "Dan reservasi pun masih tetap kami buka."
Oleh sebab itu, Rifai menghimbau agar seluruh masyarakat maupun mitra kerja dan mitra usaha mereka tidak resah dalam memilih pelayanan penerbangan Sriwijaya Air dan NAM Air. "Hingga saat ini kami masih terus berkomitmen dalam menjaga seluruh kegiatan operasional maupun pelayanan penerbangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam setiap penerbangan," ujar Rifai.
Sementara itu, isu ini berkaitan dengan perselisihan kerja sama manajemen (KSM) Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air Group. Diketahui, Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logo "Garuda Indonesia" pada armada Sriwijaya Air.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyatakan bahwa langkah itu diperlukan untuk menjaga konsistensi layanan Garuda Indonesia. Menurutnya, layanan yang diberikan oleh Sriwijaya Air tidak sejalan dengan standard yang ditentukan oleh Garuda Indonesia.
"Pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air tersebut merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group," kata Ikhsan melalui keterangan resminya, Rabu (25/9). "Khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standardisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute (sengketa) KSM tersebut."
(wk/Bert)