Staf Istana Negara Ngabalin mengaku siap menerima Aksi Mujahid 212 di Istana yang digelar Sabtu (28/9). Sayangnya, sikap Ngabalin tersebut membuat Panitia Aksi Mujahid 212 memberikan respon menohok yaitu dengan penolakan.
- Wahyu
- Sabtu, 28 September 2019 - 10:37 WIB
WowKeren - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam menggelar aksi "Mujahid 212 Selamatkan NKRI". Aksi demonstrasi tersebut digelar di depan Istana Negara pada hari ini, Sabtu (28/9).
Menanggapi kabar tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengaku siap menerima aksi massa yang dipimpin Edy Mulyadi. "Nanti saya terima di Istana, kasih tau saya mau di mana," kata Ngabalin dilansir Detikcom, Jumat (27/9) malam.
Merespon jawaban Ngabalin, Humas Panitia Aksi Mujahid 212, Budhi Setiawan menyebutkan jika massa pendemo tak ingin bertemu dengan Ngabalin melainkan ingin fokus untuk menyuarakan aspirasi rakyat. "Nggak, kami nggak ada minat ketemu Ngabalin," kata Budhi, Sabtu (28/9).
"Kami nggak ingin bertemu siapa-siapa. Kami hanya ingin menyampaikan depan Istana. Istana kan tempat presiden berdiam di sana," lanjutnya. "Kami ingin menyampaikan permasalahan di negeri ini bukan hanya tanggung jawab DPR, tapi utamanya juga tanggung jawab pemimpin eksekutif, yaitu presiden."
Budi menambahkan jika tujuan dari aksi yang digelar hari ini bukan untuk membeberkan data-data dan bukti namun soal bagaimana pemerintah menyikapi situasi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. "Memang tujuan kita besok bukan untuk menyampaikan data, tapi menyikapi situasi terakhir yang terjadi di Indonesia," katanya. "Misal yang sekarang kita lihat yang menunjukkan penanganan yang tidak seharusnya terjadi terhadap teman-teman mahasiswa. Ini yang kami ingatkan bahwa tidak boleh negara seperti itu."
Selain itu, Budhi juga mengungkap terkait tantangan Ngabalin soal mendatangi lokasi Karhutla yang ia nilai kekanak-kanakan. Sebab sejumlah relawan aksi Mujahid 212 telah turun di titik kebakaran.
"Ngabalin tahu nggak kami sudah ke sana? Banyak relawan yang membantu penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera," tegasnya. "Rata-rata yang turun langsung adalah mereka yang sering hadir aksi 212, baik sebagai relawan maupun ormas, atau menyalurkan dana lewat lembaga. Jadi cukup kekanak-kanakan ya. Kami mengkritisi karena kami tahu kondisi."
Sebelumnya diberitakan jika Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI ini akan menyampaikan sejumlah aspirasi. Seperti tindakan represif aparat hingga menyebabkan mahasiswa demonstran meninggal dunia, pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan, serta terkait kerusuhan yang terjadi di Papua.
(wk/wahy)