Tanggapi Aksi Mujahid 212, Wiranto Imbau Jangan Terpengaruh
Nasional

Menanggapi aksi Mujahid 212, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengimbau agar masyarakat jangan mudah terpengaruh dan diprovokasi.

WowKeren - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam rencananya akan menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Mujahid 212 Selamatkan NKRI". Nama aksi ini berganti dari yang sebelumnya bertajuk "Parade Tauhid". Aksi ini akan diadakan di Istana Negara pada hari ini Sabtu (29/9).

Menanggapi aksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengimbau masyarakat agar masyarakat tidak terpengaruh sejumlah pihak yang memprovokasi dan mengadu domba. Hal ini karena menurutnya permintaan mahasiswa yang berdemonstrasi sebelumnya sudah diakomodasi.

"Sudah bolak balik dikatakan, jangan terpengaruh, jangan terpengaruh hasutan, imbauan provokasi, adu domba," tegas Wiranto dilansir oleh Liputan6 pada Jumat (27/9). "Karena apa? Permintaan dari adik-adik mahasiswa yang sudah demonstrasi duluan, kan sudah diakomodasi."


Wiranto pun mengatakan bahwa usaha diadakannya dialog mahasiswa dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan usaha pemerintah untuk mengakomodasi tuntutan mereka. Ia pun menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ucapan sekelompok orang yang diduga menunggangi aksi demonstrasi belakangan ini.

"Bahkan sekarang sudah akan diatur dialog dengan Presiden kan. Itu merupakan suatu kehormatan. Itu satu upaya untuk adanya komunikasi timbal balik antara mahasiswa dengan pemerintah, tatkala itu sudah dipenuhi ya atau dalam proses dialog ya," ungkap Wiranto. "Jangan sampai teman-teman kita ini, yang saya sebutkan (tukang ojek, kelompok islam, paramedis, buruh) itu kemudian dipengaruhi dan kemudian melaksanakan demonstrasi yang tujuannya enggak jelas sebenarnya."

Sementara itu, dalam demonstrasi ini pihak panitia mengaku akan menyuarakan empat tuntutan. Tuntutan tersebut diantaranya yakni soal demonstrasi mahasiswa, penanganan karhutla, tindakan represif aparat, serta kerusuhan Papua. Akan tetapi, pada saat berdemonstrasi, massa demo tiba-tiba menuntut Jokowi untuk mundur dari jabatannya.

Untuk mengamankan situasi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan sebanyak 16.000 personel gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan. Sementara itu dari Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan jika pihaknya telah menurunkan sebanyak 342 personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi mujahid 212.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait