Gagal Orasi di Depan Istana, Massa Aksi Mujahid 212 Geser ke Istiqlal
Nasional

Aksi Mujahid 212 ini rencananya akan berpusat di depan kompleks Istana Kepresidenan. Mereka menggelar aksi demi menyuarakan empat tuntutan terkait isu yang belakangan ini ramai disorot.

WowKeren - Aksi massa "Mujahid 212 Selamatkan NKRI" digelar di Jakarta pada hari ini (28/9). Massa aksi yang mencapai ribuan orang tersebut lantas bergeser dari lokasi utama di Bundaran Patung Kuda menuju Masjid Istiqlal.

Massa mengaku kecewa dengan sikap pihak kepolisian yang menutup Jalan Medan Merdeka Barat. Penutupan tersebut membuat massa aksi Mujahid 212 tertahan dan tak bisa berorasi di depan Istana. Akhirnya massa memilih untuk bergeser ke Masjid Istiqlal untuk melaksanakan salat Zuhur.

"Dengan berbagai pertimbangan semua mobil motor kita tinggal. Kita jalan ke Istiqlal untuk salat," ujar seorang orator di lokasi. "Kenapa? Jalur Istana di tutup saudara. Sepanjang jalan Anda bisa berorasi. Pertimbangan kedua (untuk) tempat salat sehingga anda mudah salat Zuhur."

Sementara itu, aksi Mujahid 212 ini rencananya akan berpusat di depan kompleks Istana Kepresidenan. Mereka menggelar aksi demi menyuarakan empat tuntutan terkait isu yang belakangan ini ramai disorot. Di antaranya adalah soal demonstrasi mahasiswa, penanganan karhutla, tindakan represif aparat, serta kerusuhan Papua.


Selain keempat tuntutan tersebut, ada pula massa yang menuntut hal berbeda. Yaitu perihal pengunduran diri Presiden Joko Widodo dari posisinya.

Awalnya salah seorang orator dari atas mobil komando bertanya kepada massa aksi, apakah Jokowi sudah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat selama memimpin sebagai Presiden. Pertanyaan ini pun berbuah jawaban "tidak" yang disampaikan massa dengan kompak.

Orator juga sempat menyinggung soal maraknya kriminalisasi yang terjadi selama era pemerintahan Jokowi, terutama untuk kalangan ulama. Selain itu, orator juga menyoroti perihal berbagai legislasi tak jelas dan tak berpihak kepada masyarakat yang coba disahkan oleh DPR RI.

Sayangnya, spanduk berisi tuntutan pengunduran diri Presiden ini dikritik banyak warganet. Pasalnya, spanduk tersebut menuliskan TAP MPR RI No 6/Tahun 2000 yang dinilai tak ada hubungannya dengan dasar pengunduran diri Presiden.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait