Ini Alasan Anies Baswedan Berlakukan Absen Pagi-Siang di Sekolah DKI Jakarta
Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai memberlakukan sistem absen pagi-siang di setiap sekolah di DKI Jakarta. Hal ini dilakukan demi mengawasi murid-murid agar tidak terlibat aksi demo seperti beberapa waktu lalu.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut absen pagi-siang untuk pelajar DKI diberlakukan mulai hari ini, Senin (30/9). Diketahui sistem absen dua kali ini disebabkan karena Aliansi Mahasiswa Indonesia akan melangsungkan demo lagi di depan gedung DPR.

"Mulai hari ini di Jakarta, semua sekolah di Jakarta menerapkan absensi pagi siang. Hari ini di SMA dan SMK" ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Anies mengatakan jika sistem ini diperlukan untuk memastikan pelajar mengikuti pelajaran hingga selesai. Sehingga menurutnya, Kepala Sekolah bertanggung jawab agar siswanya mengikuti pelajaran.

"Jadi kita ingin memastikan setiap anak menjalankan kegiatan belajar mengajar hingga tuntas di sekolahnya," kata Anies. "Jadi kepala sekolah bertanggung jawab untuk memastikan anak mengikuti pelajaran hingga tuntas.


Untuk aturan ini sendiri Anies telah mengkoordinasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Kadisdik) serta diinstruksikan kepada seluruh sekolah. "Pak Kadisdik sudah menginstruksikan pada semua semua sekolah, supaya anak-anak tidak meninggalkan kegiatan belajar mengajar pada saat jam pelajaran," tuturnya.

Anies menyebut, bila terdapat siswa yang tidak berada di sekolah pada siang hari maka kepala sekolah wajib menghubungi orangtua siswa yang bersangkutan. "Apabila ada anak yang tidak ada, maka sekolah berkewajiban menghubungi orangtuanya," jelasnya. "Melaporkan bahwa anaknya ada pagi tapi tidak ada siang, karena anak adalah peserta didik yang harus dikelola bersama-sama antara orang tua dan sekolah. Itu sebabnya kenapa ada absensi pagi dan siang."

Sebelumnya, telah diberitakan jika polisi telah berhasil mengamankan puluhan massa yang terlibat aksi demo pada Selasa (24/9) lalu. Dari 94 orang yang ditangkap, ada yang masih berstatus sebagai pelajar.

Terkait anak sekolah yang ikut terlibat dalam aksi demo mahasiswa tersebut, Anies Baswedan juga sempat memberikan pendapatnya. Yaitu dengan menyerahkan kasus siswa berseragam sekolah yang ikut dalam aksi di DPR tersebut kepada kepala sekolah masing-masing.

"Jadi ikuti saja ketentuan yang ada dan kepala sekolah (Kepsek) yang memutuskan," tutur Anies di Balai Kota, Rabu 25/9). "Karena kalau ada kegiatan apa terus sekolahnya mau ikut itu Kepsek yang memutuskan. Lihat aturannya saja."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait