Dosen UMY Ikuti Demo Gejayan Memanggil Jilid 2, Ini Alasannya
Nasional

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yakni Fajar Junaedi dan David Effendi mengatakan bahwa mereka akan kembali bergabung dalam aksi Gejayan Memanggil Jilid 2.

WowKeren - Aksi Gejayan Memanggil Jilid 2 tengah berlangsung pada Senin (30/9) ini. Dalam aksi tersebut, massa mengajukan sembilan tuntutan terkait permasalahan yang dialami oleh Indonesia saat ini.

Bukan hanya diikuti oleh mahasiswa dan pelajar, aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Bergerak ini pun diikuti oleh salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Fajar Junaedi. Sebelumnya, dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini pun telah mengikuti aksi Gejayan Memanggil pada 23 September lalu.

Junaedi mengungkapkan beberapa alasan mengapa ia mengikuti aksi yang sebagian besar diikuti oleh mahasiswa itu. Menurutnya, terlibatnya ia dalam aksi tersebut merupakan bentuk dari solidaritas dan dukungannya terhadap perjuangan yang dilakukan mahasiswa. Selain itu, perjuangan mahasiswa kali ini yang menyangkut kehidupan masyarakat luas pun menjadikannya mantap untuk mengikuti aksi tersebut.

“Alasan utama adalah pertama, solidaritas terhadap perjuangan para mahasiswa yang disuarakan melalui Gejayan Memanggil," kata Junaedi yang dilansir oleh Tirto pada Senin (30/9). "Kedua, bahwa apa yang diperjuangkan mahasiswa dalam Gejayan Memanggil adalah “high politic” yang menyangkut kehidupan rakyat, bukan “low politic” yang berorientasi kepada politik praktis.”


Senada dengan Junaedi, Dosen Ilmu Pemerintahan UMY, David Effendi juga mengatakan akan kembali bergabung dalam aksi Gejayan Memanggil 2. Ia pun mengungkapkan beberapa pandangannya mengenai aksi tersebut.

“Hari ini beraksi untuk menegaskan bahwa perlawanan ini dibangun dari kesadaran mengoreksi negara yang tak mau mendengarkan aspirasi. Malah mereka mempersekusi dan membully aksi massa dengan gaya gaya hoaks dan memelintir kebenaran," ungkap David. "Aksi pekan ini lebih diperkuat karena represifnya polisi kepada demonstran.”

Meskipun pada aksi pertama ia ikut orasi, pada aksi hari ini ia akan membiarkan dan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan orasi mereka sendiri sebagai bentuk “kuliah pada orang tua”. Hal ini karena menurutnya orang tua di negeri ini sudah banyak yang merasa hebat hingga tak mau dikritik.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Rakyat Bergerak Nailendra mengatakan jika sejauh ini belum ada larangan dari rektor-rektor terkait aksi Gejayan Memanggil Jilid 2. Akan tetapi, ia mendengar kabar bahwa adanya larangan kepada para pelajar yang ingin mengikuti aksi tersebut.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait