Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Madiun Hapus Stigma 'Kota PKI'
Nasional

Bupati Madiun H Ahmad Dawami menegaskan Madiun hanyalah tempat dimana PKI melancarkan aksinya sehingga ia memastikan bahwa tidak ada benih-benih PKI di kota tersebut.

WowKeren - Pada hari ini, Selasa (1/10), Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di Madiun, upacara peringatan dilakukan di Monumen Kresek.

Dalam upacara tersebut, Bupati Madiun H Ahmad Dawami yang memimpin jalannya upacara menegaskan bahwa tidak ada keturunan orang Partai Komunis Indonesia (PKI) di kotanya. Sebab, Madiun hanya dijadikan sebagai tempat berkumpul dan deklarasi PKI.

"Pada tanggal 17 September 1948, yang mana ini di Madiun yang menjadi pusat aksi di mulai tanggal 17 September," tutur Ahmad di Jawa Timur, Selasa (1/10). "Dan tanggal 18 September 48 ada deklarasi republik Soviet Indonesia di Madiun oleh para PKI."

Ia menilai bahwa stigma yang menganggap bahwa masyarakat Madiun merupakan orang PKI adalah hal yang harus diluruskan. Ia menjelaskan bahwa pelaku pembantaian tokoh dan para ulama di Madiun pada tahun 1948 silam dilakukan oleh orang luar yang justru ingin menguasai Madiun. Sekali lagi ia menegaskan bahwa di Madiun tidak ada benih-benih PKI.


"Tanggal 18 September 1948 kemudian dikuasai lah semua instansi pemerintahan di Madiun dan sekitarnya oleh PKI," jelas Ahmad. "Madiun dijadikan pusat aksi wilayah sekitar Madiun dijadikan markas juga saat itu. Artinya dari embrio, bahwa di Madiun ini PKI embrio tidak ada, semua orang luar."

Ia kemudian menjelaskan bahwa PKI yang dipimpin Muso, Perdana Menteri Amir Syarifudin serta Sumarsono dan Joko Suyono menguasai Madiun selama 13 hari. Namun hal tersebut berhasil diakhiri berkat perlawanan dari pasukan yang dipimpin oleh Gatot Subroto.

"Pada saat itu dari pasukan Siliwangi dari arah barat dipimpin oleh Pak Gatot Subroto menyerang PKI dan kembali menguasai Madiun," terang Ahmad. "Kemudian dari arah Timur divisi 2 dipimpin oleh kolonel Sungkono dan kemudian PKI tepat tanggal 30 September 48 Madiun sudah dikuasai lagi oleh Siliwangi bersama rakyat."

Untuk itu sekali lagi ia menegaskan bahwa Madiun hanyalah tempat PKI melancarkan aksinya, bukan tempat dimana PKI lahir. "Di Madiun tidak pernah ada embrio PKI, adanya Madiun menjadi pusat aksinya para PKI," tegas Ahmad.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait