Kerusuhan berdarah yang terjadi di Wamena, Papua telah meresahkan sejumlah warga setempat. Konflik ini menyebabkan ratusan perantau asal Jawa Timur pulang ke asal mereka.
- Wahyu
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 11:38 WIB
WowKeren - Kerusuhan berdarah yang terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9) lalu telah menyisakan berbagai kengerian pada warga setempat yang turut serta menjadi korban. Kali ini ratusan perantau asal Jawa Timur yang sebelumnya tinggal di Wamena telah kembali ke asal mereka di Jatim demi menghindari konflik lebih lanjut.
Sebanyak 121 orang asal Jawa Timur telah dipulangkan dari Wamena, Papua menyusul kerusuhan yang memakan banyak korban jiwa tersebut. Ratusan perantau tersebut telah tiba di bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, Rabu (2/10) dengan menggunakan satu unit pesawat Hercules milik TNI AU.
Para perantau ini akhirnya terlihat lega usai mereka berhasil meninggalkan wilayah Wamena dengan perjuangan yang panjang. Diketahui mereka harus mengantre pesawat untuk bisa keluar dari wilayah Wamena menuju Sentani, Jayapura. Setelah sampai di Sentani, para perantau ini masih menunggu antrean pesawat menuju Malang dengan perjalanan selama 8 jam setelah transit di Biak dan Makassat terlebih dahulu.
Salah satu perantau yang telah tinggal di daerah Wamena selama puluhan tahun bernama Satik menceritakan pengalaman pahitnya usai kerusuhan. Dirinya mengaku telah kehilangan semua harta bendanya setelah kios tempat berdagangnya habis terbakar oleh amukan massa. "Saya sudah 29 tahun di Wamena, saya berdagang di sana, buka kios. Tapi akibat kerusuhan, semua habis, terbakar," kata Satik.
Hal serupa juga dialami oleh perantau lainnya yaitu Yusuf yang merupakan warga Probolinggo, Jatim. Yusuf mengatakan jika kerusuhan tersebut begitu mengerikan dan bahkan dirinya sempat takut karena terpisah dengan keluarganya saat peristiwa terjadi.
Yusuf mengaku sangat bersyukur mengetahui keluarganya selamat dan mereka dapat bersama-sama meninggalkan wilayah Wamena. "Terima kasih akhirnya kami dipulangkan. Tapi masih banyak teman kami di sana, semoga segera menyusul dipulangkan."
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan para perantau yang telah tiba di Malang ini bukan seluruhnya warga Jawa Timur. Disebutan jika beberapa perantau ada yang berasal dari Solo dan Purwokerto. Walau begitu Khofifah menegaskan jika Pemprov Jatim akan memberikan perlindungan dari manapun perantau itu berasal dan membantu kepulangan mereka ke daerah masing-masing.
"Mereka adalah perantau," jelas Khofifah. "Kalau mereka sekarang dalam posisi ingin kembali ke tanah asalnya, karena jumlahnya besar, maka kita ingin membuatkan layanan agar mereka bisa kembali dengan layanan yang lebih proper."
Kerusuhan di Wamena ini telah membuat puluhan nyawa melayang akibat perilaku kejam dan tidak beradab dari para demonstran dalam aksi berdarah tersebut. Tercatat kerusuhan Wamena telah menewaskan sebanyak 33 orang. Mayoritas korban tewas diketahui berasal dari warga Papua pendatang.
(wk/wahy)