Rektor IPB Berhentikan Dosen Pembuat Bom Molotov Sementara
Nasional

Dosen IPB Abdul Basith yang diamankan karena memiliki 29 bom molotov akhirnya diberhentikan untuk sementara. Rektor IPB mengatakan jika keputusan tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

WowKeren - Polisi telah mengamankan oknum-oknum yang diduga akan memancing kerusuhan dengan membuat bom saat aksi demo digelar pada Sabtu (28/9) lalu. Salah satu dari pelaku yang tertangkap ternyata adalah dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Abdul Basith alias AB.

Tertangkapnya Abdul Basith ini membuat pihak universitas mengeluarkan sikap resmi. Pihak kampus menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada prosedur hukum.

Terkait hal tersebut, Rektor IPB Arif Satria mengatakan pihaknya memberhentikan sementara dosen Abdul Basith alias AB yang ditetapkan polisi sebagai tersangka kepemilikan bahan peledak. "Kami sedang menunggu surat resmi penahanan dari kepolisian," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10).

Arif pun menjelaskan jika keputusan untuk memberhentikan Abdul Basith ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Pegawai negeri sipil (PNS) yang ditetapkan menjadi tersangka akan diberhentikan sementara hingga ada putusan inkracht.

"Jadi sekarang kami menunggu surat resmi dari kepolisian sebagai dasar untuk nonaktifkan sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian," ujar Arif. "Itu peraturan pemerintah."


Lebih lanjut, Arif mengatakan jika pihak kampus juga telah memberi pendampingan kepada keluarga Basith. Di mana manajemen kampus telah berusaha menguatkan hati para keluarga terkait terjeratnya Abdul Basith. "Ini, kan, sebuah pukulan yang sangat besar buat sahabat, keluarga, dan institusi," tuturnya.

Menurut Arif dan beberapa staf universitas lainnya, Abdul Basith dikenal sebagai dosen yang baik dan suka menolong sehari-harinya. Abdul Basith juga kerap menjadi motivator dan memiliki kemampuan retorika yang baik.

Karenanya banyak pihak yang tak percaya jika Abdul Basith akan terseret dalam kasus tersebut. "Sehingga orang tidak menduga juga terjadi hal seperti ini," tuturnya.

Terkait dampak dari kasus ini, Arif mengimbau agar para dosen dan mahasiswa tetap fokus pada kegiatan akademik. Ia mengingatkan pula agar berhati-hati dalam memilih pergaulan

"Nanti para dosen saya imbau aktivitas di luar harus hati-hati, harus kritis terhadap segala pandangan baru dan juga para dosen harus tahu politik, harus melek politik, agar memahami peta sehingga tidak dijadikan alat, dan tidak diajak aktivitas yang merusak," tuturnya.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait