Polisi Sebut Bom Molotov Milik Dosen IPB Berdaya Rusak Fatal
Nasional

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan keterangan terkait daya ledak dari bom molotov yang sebelumnya disita dari tangan seorang dosen IPB yang diduga akan merusuh.

WowKeren - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan seputar daya ledak dari bom molotov yang berhasil diamankan dari seorang dosen IPB. Dosen IPB yang berinisial AB tersebut berhasil ditangkap oleh kepolisian pada Sabtu (28/9) lalu di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Banten.

AB saat ini telah tetapkan sebagai tersangka setelah diduga akan melakukan kerusuhan pada Aksi Mujahid 212. Diduga bom molotov tersebut akan digunakan untuk melakukan pembakaran dan provokasi di sekitar aksi agar menimbulkan amarah massa.

Polisi berhasil mengamankan sebanyak 28 bahan peledak yang terdiri dari bom molotov dan bom ikan yang ditemukan di kamar dosen IPB. Berdasarkan keterangan Dedi Prasetyo, bom ikan tersebut bahkan memiliki daya ledak yang cukup besar melebihi bom molotov.

Bom ikan tersebut dikatakan sangat berakibat fatal jika sampai mengenai tubuh manusia. Tak hanya fatal, bom tersebut juga disebutkan akan membuat kerusakan yang parah jika dilemparkan ke arah bangunan.


"Sebagian besar bom yang disita adalah bom yang jenisnya seperti bom ikan," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/10). "Sumbu-sumbunya adalah sumbu ledak, sumbu ini bukan sumbu api tapi sumbu ledak dari detonator, dan di dalam yang dilak-ban ini, berisi paku-paku semua. Jadi kalau misalnya meledak, ya bisa dibayangkan juga, cukup fatal kalau misalnya kena manusia."

Dedi tidak ingin membeberkan lebih jauh mengenai komposisi yang digunakan AB dalam membuat peledak. Namun keterangan daya ledak ini bisa dipastikan setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan menguji bom-bom tersebut di laboratorium forensik.

"Kadar di dalamnya tidak perlu saya sampaikan karena nanti ditiru masyarakat," jelas Dedi. "Itu cukup bervariatif, bukan hanya bensin atau minyak tanah tapi jauh lebih dahsyat dibanding bom molotov."

Penemuan bom ikan ini juga diduga atas kerjasama yang dilakukan AB pada sejumlah kelompok nelayan yang direncanakan akan ikut dalam aksi kerusuhan. AB sendiri diduga berperan sebagai donatur yang menggunakan dana pribadi untuk mendalangi aksi kerusuhan.

Saat ini Polri sedang menyelidiki terkait keterlibatan pihak lainnya dalam aksi ini. Mereka akan berusaha mencari apakah tindakan AB dalam membuat bom ini didasari oleh kepentingan politik dan jaringan lain atau hanyalah berdasarkan motif pribadi.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait