Dinas Sosial Aceh menjemput warganya yang ingin pulang ke Aceh di sejumlah tempat pengungsian. Hal ini karena sejumlah warga mengaku trauma dengan kerusuhan di Wamena.
- Wahyu
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 10:45 WIB
WowKeren - Meskipun sudah mereda, kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua membuat sejumlah warga mengalami trauma hingga ingin pulang ke kampung halamannya. Hal tersebut juga dirasakan oleh beberapa warga Aceh yang tinggal di sana.
Oleh karena itu, Dinas Sosial Provinsi Aceh malam tadi, Kamis (3/10) berangkat ke Jayapura yang merupakan tempat pengungsian warga Aceh. Kedatangan Dinas Sosial ke tempat pengungsian tersebut bertujuan untuk memulangkan seluruh warga Aceh yang ingin kembali ke kampung halaman mereka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan warga Aceh yang ada di sana. Pihaknya juga akan melihat kondisi warga Aceh yang saat ini tengah mengungsi sejak 23 September lalu.
"Kita akan melakukan pendataan terhadap masyarakat Aceh di Papua," kata Alhudri yang dilansir oleh Kumparan pada Jumat (4/10). "Kabarnya banyak masyarakat Aceh yang ingin pulang ke kampung halaman dikarenakan trauma dengan situasi terjadi di daerah tersebut."
Alhudri menyebutkan bahwa beberapa warganya juga mengungsi di daerah selain Jayapura. Beberapa dari warganya itu diketahui mengungsi di daerah Jawa Timur dan Jakarta.
"Informasi yang saya peroleh Dewi posisi terkini di Probolinggo, Cut Eva di Jakarta Timur," ungkapnya. "Riska bersama anaknya di Bakorwil Malang, Jawa Timur.”
Untuk memulangkan warganya yang mengungsi di luar Jayapura itu, Dinas Sosial Aceh telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Mereka akan diberangkatkan dari Surabaya menuju Aceh.
"Dengan menggunakan pesawat Lion Air, hari ini berangkat dari Surabaya pukul 06.45," kata Alhudri saat diwawancarai pada Jumat (4/10). "Diperkirakan tiba di Banda Aceh pukul 17.20 WIB."
Saat ini Dinas Sosial aceh juga tengah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Mereka tengah berusaha untuk mendapatkan keterangan terkait warganya yang mengungsi di beberapa daerah di luar Jayapura.
"Sekarang ini rencananya Dinsos Aceh bersama tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengasesmen sejumlah tempat pengungsian dan mendapatkan keterangan terkait warga Aceh," ujar Alhudri.
Selain menyebabkan ratusan perantau meninggalkan Tanah Papua, kerusuhan di Wamena juga menyebabkan pembangunan infrastruktur di sana terhambat. Salah satunya adalah proses pengerjaan jalan Trans-Papua di Pegunungan Tengah yang dihentikan sementara.
(wk/wahy)