Setelah sempat dikabarkan hilang, aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Utara meninggal dunia akibat luka serius usai ditemukan terkapar di flyover.
- Wahyu
- Senin, 07 Oktober 2019 - 11:14 WIB
WowKeren - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Utara telah meninggal dunia di RSUP Adam Malik pada Minggu (6/10). Aktivis yang bernama Golfrid Siregar menghembuskan nafas terakhir setelah menderita luka serius di bagian kepala.
Golfrid Siregar diduga telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan oleh pihak tertentu. Dugaan ini dikatakan oleh aktivis Walhi Sumatra Utara Roy Lumbangaol setelah melihat keadaan Golfrid. Menurut Roy, kekerasan dan percobaan pembunuhan yang dialami Golfrid berkaitan erat dengan aktivitas politik korban sebagai pembela hak asasi manusia tepatnya dalam isu lingkungan.
"Walhi Sumut melihat bahwa terindikasi korban telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan," kata Roy melalui keterangan tertulis pada Senin (7/10). "(Hal tersebut) karena aktivitas politik korban selama ini sebagai pembela hak asasi manusia khususnya untuk isu lingkungan melalui Walhi Sumatera Utara."
Golfrid Siregar sebelumnya sempat dikabarkan hilang setelah keberadaannya tidak diketahui sejak Rabu (2/10) lalu mulai pukul 17.00 WIB. Sang istri tidak dapat menghubungi Golfrind setelah pamit ingin bertemu dengan seseorang di daerah Marendal.
Golfrid akhirnya berhasil ditemukan pada keesokan harinya pukul 01.00 WIB dini hari (3/10). Aktivis Walhi Sumut ini ditemukan oleh tukang becak dengan kondisi terkapar dan tidak sadarkan diri di flyover Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Medan.
Roy menjelaskan jika Golfrid mengalami luka serius di bagian kepala yang menyebabkan tempurung kepalanya hancur. Golfrid yang telah menjalani perawatan di RS Mitra Sejati kemudian langsung dirujuk ke RSUP Adam Malik usai luka serius di kepalanya yang harus segera dioperasi.
Setelah menjalani penanganan medis secara intensif selama tiga hari, nyawa Golfrid tetap tidak dapat tertolong. Walhi Sumut lantas mendesak Polda Sumatra Utara untuk mengusut kasus Golfrid yang dinilai penuh kejanggalan. Roy mengatakan jika pihaknya tidak menyetujui pernyataan kepolisian yang mengatakan jika kematian Golfird akibat kecelakaan lalu lintas.
"Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti layaknya orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas," jelas Roy. "Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin ikut raib. Sementara sepeda motornya hanya mengalami kerusakan kecil saja."
Terakhir, pihak Walhi Sumut berharap agar kasus Golfrid dapat diselidiki lebih dalam lagi oleh tim kepolisian secara transparan agar dapat ditemukan fakta-fakta seputar kematian dari anggotanya tersebut. "Sangat penting pengungkapan kasus ini transparan dan akuntabel," tutup Roy Lumbangaol.
(wk/wahy)